LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha

Hal Yang Wajib Kamu Tahu Tentang Puasa Tarwiyah

Hukum Puasa Tarwiyah

Adakah tuntunan puasa hari tarwiyah? Hari tarwiyah yaitu tanggal 8 Dzulhijjah.

Dalil Anjuran Puasa Tarwiyah

Dalil yang menjadi pegangan anjuran puasa tarwiyah, 8 Dzulhijjah,

ุตูˆู… ูŠูˆู… ุงู„ุชุฑูˆูŠุฉ ูƒูุงุฑุฉ ุณู†ุฉ ูˆุตูˆู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ูƒูุงุฑุฉ ุณู†ุชูŠู† (ุฃุจูˆ ุงู„ุดูŠุฎ ุŒ ูˆุงุจู† ุงู„ู†ุฌุงุฑ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ)

โ€œPuasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu.ย Sedangkan puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) akan mengampuni dosa dua tahun.โ€ Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Ibnu โ€˜Abbas.

Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih. Asy Syaukani mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih dan dalam riwayatnya ada perowi yang pendusta. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dhoโ€™if (lemah).

Jika hadits di atas adalah dhoโ€™if (lemah), maka berarti tidak boleh diamalkan dengan sendirinya.

Ibnu Taimiyahย rahimahullahย berkata, โ€œTidak boleh bersandar pada hadits-hadits dhoโ€™if (lemah) yang bukanlah hadits shahih dan bukan pula hadits hasan. Akan tetapi, Imam Ahmad bin Hambal dan ulama lainnya membolehkan meriwayatkan hadits dhoโ€™if dalam fadhilah amal selama tidak diketahui hadits tersebut shahih atau hadits tersebut bukan diriwayatkan oleh perowi pendusta. Namun boleh mengamalkan isinya jika diketahui ada dalil syarโ€™i yang mendukungnya. Jika haditsnya bukan diriwayatkan oleh perowi yang pendusta, boleh jadi pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut benar. Akan tetapi,ย para ulama katakan bahwa tidak boleh menyatakan wajib atau sunnah pada suatu amalan dengan dasar hadits dhoโ€™if. Jika ada yang mengatakan bolehnya, makaย dia telah menyelisihi ijmaโ€™ (kata sepakat para ulama).โ€ (Al Majmuโ€™ Al Fatawa, 1: 250-251)

Masih Bisa Berpuasa Tanggal 8 Dzulhijjah Jika โ€ฆ.

Masih bisa berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah namun bukan berdasarkan hadits yang penulis sebutkan di atas, namun karena mengingat keutamaan beramal di awal Dzulhijjah dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan yang dikerjakan saat itu. Ditambah ada contoh dari Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan para sahabat untuk berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ูŠูŽุนู’ู†ูู‰ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู. ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽย  ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู’ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุดูŽู‰ู’ุกู

โ€œTidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).โ€ Para sahabat bertanya: โ€œTidak pula jihad di jalan Allah?โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab: โ€œTidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.โ€ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu โ€˜Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim). Mengenai hadits ini, Ibnu Qudamahย rahimahullahย berkata, โ€œSepuluh hari awal Dzulhijjah seluruhnya adalah hari yang mulia dan dimuliakan, di dalamnya dilipatgandakan (pahala) amalan dan disunnahkan bersungguh-sungguh ibadah pada waktu tersebut.โ€ (Al Mughni, 4: 443).

Yang menjadi dalil keutamaan puasa pada awal Dzulhijjah adalah hadits dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย mengatakan,

ุนูŽู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠูŽุตููˆู…ู ุชูุณู’ุนูŽ ุฐูู‰ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณูŽ.

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berpuasaย pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari โ€˜Asyuraโ€™ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, โ€ฆโ€ (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniย shahih)

Kata Ibnu Rajab Al Hambaliย rahimahullahย bahwa di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu โ€˜Umar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Lihatย Latho-if Al Maโ€™arif, hal. 459.

Lebih-lebih puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah punya keutamaan yang besar daripada puasa awal Dzulhijjah lainnya. Dari Abu Qotadah, Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda,

ุตููŠูŽุงู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ุฃูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู

โ€œPuasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.โ€ (HR. Muslim no. 1162)

Semoga bermanfaat.

Sumber : Muhammad Abduh Tuasikal, www.rumaysho.com

Mari Lebih Dekat Dengan Rasulullah
Dengan Peduli Anak Yatim

tutup aktiivitas dengan amalan dzikir dan sedekah

Dari Ummu Saidย  bintiย  Murrah Al-Fihri, dari ayahnya, dari Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย beliau bersabda,

ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒุงูŽููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽู‡ูŽุฐูู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู -ุดูŽูƒูŽู‘ ุณููู’ูŠูŽุงู†ู ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุณู’ุทูŽู‰ ุฃูŽูˆู ุงู„ูŽู‘ุชููŠู’ ูŠูŽู„ููŠู’ ุงู„ุฅูุจู’ู‡ูŽุงู…ู

โ€œKedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.โ€ [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 133, hadits ini sahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 800).

Sumberย : Rumaysho.com

Baca Juga :

Share