Sudah Tahu Belum? Keutamaan Puasa Arafah dan Faedah Haditsnya
Pada hari tarwiyah, 8 Dzulhijjah kali ini, kita akan pelajari tentang satu hadits saja yang membicarakan keutamaan puasa Arafah, 9 Dzulhijjah. Moga jadi pelajaran berharga di dalamnya pada Jumat kali ini.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)
Apa saja faedah penting dari hadits puasa Arafah?
Pertama: Hadits ini menunjukkan keutamaan dari puasa Arafah, dan besarnya pahala puasa tersebut pada sisi Allah karena disebutkan pahalanya adalah menghapuskan dosa dua tahun.
Kedua: Puasa Arafah diperintahkan kepada orang yang tidak berhaji sedangkan orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melakukan puasa ini, bahkan yang sesuai sunnah mereka (jamaah haji) tidak berpuasa Arafah karena mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: Boleh melakukan puasa Arafah pada hari Jumat walaupun berpuasa pada hari Jumat saja tanpa diikuti dengan puasa pada hari sebelum dan sesudahnya. Begitu pula boleh berpuasa pada hari Sabtu walau bersendirian karena puasa Arafah pada hari Sabtu adalah puasa yang punya sebab.
Keempat: Dosa yang terampuni adalah dosa kecil (ash-shaghair). Adapun dosa besar (al-kabair) seperti zina, maka riba, sihir, dan lainnya mesti dengan taubat untuk menghapusnya, tidak cukup dengan melakukan amalan saleh semata. Demikian pendapat dari jumhur atau kebanyakan ulama. Namun Syaikhu Islam Ibnu Taimiyah masih berpendapat pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil dan dosa besar, sebagaimana bahasan beliau dalam Majmu’ah Al-Fatawa, 7:489.
Kelima: Disunnahkan bagi setiap muslim untuk semangat berdoa pada hari Arafah karena berharap doa-doanya diijabahi (dikabulkan), karena kondisi orang yang berpuasa juga adalah kondisi mustajabnya doa. Doa ketika berbuka puasa juga adalah doa yang lebih mudah untuk dikabulkan.
Keenam: Disunnahkan bertakbir bakda shalat Shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga hari tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah, pada waktu Ashar). Ucapan takbirnya adalah: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA LILLAHIL HAMD.
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya, “Hadits apa yang mendukung amalan takbir dari shalat Shubuh pada hari Arafah hingga hari tasyrik yang terakhir?” Jawab beliau, “Dalilnya adalah ijmak (kata sepakat para ulama), didukung dengan pendapat ‘Umar, ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhum. Lihat Al-Mughni, 3:289,; Al-Majmu’ Imam Nawawi, 5:35; Irwa’ Al-Ghalil, 3:125.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “
غَدَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مِنًى إِلَى عَرَفَاتٍ مِنَّا الْمُلَبِّى وَمِنَّا الْمُكَبِّرُ
“Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR. Muslim, no. 1284)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
أَصَحُّ الْأَقْوَالِ فِي التَّكْبِيرِ الَّذِي عَلَيْهِ جُمْهُورُ السَّلَفِ وَالْفُقَهَاءِ مِنْ الصَّحَابَةِ وَالْأَئِمَّةِ : أَنْ يُكَبِّرَ مِنْ فَجْرِ يَوْمِ عَرَفَةَ إلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ عَقِبَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Pendapat yang paling tepat dalam waktu bertakbir yang dipegang oleh jumhur salaf dan fuqoha dari kalangan sahabat dan ulama madzhab, adalah dari waktu fajar pada hari Arafah hingga hari tasyrik terakhir setiap bakda shalat.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 24:220-222)
Sumber : www.rumaysho.com
Mari Lebih Dekat Dengan Rasulullah
Dengan Peduli Anak Yatim
Dari Ummu Said binti Murrah Al-Fihri, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ -شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى أَوِ الَّتِيْ يَلِيْ الإِبْهَامُ
“Kedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 133, hadits ini sahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 800).
Sumber : Rumaysho.com
Share
Terbaru
-
Alhamdulillah, Melalui Program Sedekah Bantu Pendidikan 100 Yatim Hafidz Qur’an, LAZ RYDHA Bersama Qur'an Hadir Untuk Mendukung Operasional Pendidikan dan Kebutuhan Pesantren Bagi Para Santri di SMPTQ RYDHA
-
Penyaluran Santunan Yatim & 16 Paket Pendidikan untuk Yatim di Kampung Nibung, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang Dari Kebaikan Donatur Perumdam TKR Kab. Tangerang Melalui LAZ RYDHA Menghadirkan Senyum Haru dan Kebahagiaan
-
Penyaluran Santunan Yatim & Paket Pendidikan Untuk TBM Umah Ilmu dari Kebaikan Donatur Perumdam TKR Kab. Tangerang Melalui LAZ RYDHA Menghadirkan Senyum Haru dan Kebahagiaan bagi Anak-Anak Yatim
-
Alhamdulillah, Berkat Kebaikan Donatur LinkAja Bersama LAZ RYDHA, Hadirkan 36 Paket Al-Qur’an & Meja Ngaji Untuk Santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Fisabilillah.Dalam Program Tebar Qur'an Pelosok Negeri
-
SMPTQ RYDHA & MITQ RYDHA Gelar Seleksi Tahap 1 Penerimaan Peserta Didik Baru 2026/2027 Sebanyak 54 Calon Siswa SMPTQ dan 15 Calon Siswa MITQ Mengikuti Tes Akademik, Wawancara, dan Baca Tulis Al-Qur’an.
-
Luar Biasa! Alhamdulillah, Berkat Kebaikan Sahabat Dermawan, LAZ RYDHA Berhasil Membantu 24.715 Jiwa dan 1.224 Keluarga (Palestina) Pada Program Ramadhan 1447H
MasyaAllah
Jadikan jumatmu lebih bermakna dengan berbagi makan jumat, Yuk Klik Link Dibawah