Skip to main content

LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha

Kabar Rydha edisi 20 (September 2021)

[flipbook pdf=”https://www.lazrydha.org/wp-content/uploads/2021/10/kabar-rydha-edisi-20-LAZ-RYDHA-September-2021_compressed-1.pdf”]

Sejarah Lahirnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam

Sejarah Lahirnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam

Lahirnya Rasulullah Muhammad SAW ke muka bumi secara tidak langsung mengingatkan kembali sejarah kemanusiaan. Siapa yang lupa sejarah maka akan jahiliyah, makanya Allah menurunkan Rasulullah untuk ke bumi dengan membawa Quran (petunjuk) agar manusia mengenal sejarah dirinya sendiri.

Dengan sejarah kita tahu awal mula penciptaan manusia dan akan berakhir kemana. Beruntungnya kita yang senantiasa mengikuti apa yang Rasulullah kerjakan (Sunnah Rasul.) agar terhindar dari yang namanya Jahiliyah

Dalam beberapa Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah bertepatan dengan tahun 570 Masehi.

Nabi Muhammad lahir dari orang tua bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Abdullah merupakan seorang saudagar yang sering bepergian ke Negeri Syam.

Akan tetapi Abdullah meninggal dunia saat Aminah mengandung Nabi Muhammad yang baru berusia 2 bulan. Setelah itu, Nabi Muhammad pun lahir tanpa didampingi oleh sang ayah.

Setelah lahir, Nabi Muhammad diserahkan pada Halimah Sa’diah untuk disusukan. Zaman dulu masyarakat Arab memiliki kebiasaan menyusukan anak-anak mereka kepada perempuan desa. Hal ini bertujuan agar anak-anaknya tumbuh di lingkungan pedesaan yang udaranya masih bersih. Nabi Muhammad pun tinggal bersama ibu susunya di dusun Bani Sa’ad selama empat tahun.

Kisah Nabi Muhammad selanjutnya di usia 6 tahun sang ibu pun wafat. Kemudian Nabi Muhammad SAW dirawat oleh kakeknya dari pihak ayah yaitu Abdul Mutalib. Selang dua tahun, sang kakek wafat.

Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW dirawat oleh pamannya bernama Abu Thalib yang merupakan salah satu petinggi dari keluarga Bani Hasyim. Nabi Muhammad SAW pun sering ikut berdagang ke Syam bersama pamannya.

Tumbuh dewasa, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. Siti Khadijah adalah wanita terpandang, cantik dan berasal dari golongan orang berada di Arab. Nabi Muhammad menikah saat berusia 25 tahun. Sedangkan Khadijah saat itu berusia 40 tahun.

Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu saat usia 40 tahun. Setelah mendapat wahyu dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pun mulai melakukan dakwah. Pada awalnya, dakwah yang disampaikan dengan cara bersembunyi-sembunyi.

Nabi Muhammad SAW wafat saat berusia 63 tahun. Beliau mengalami sakit dalam beberapa waktu, suhu tubuhnya tinggi dan sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Peristiwa Besar Menjelang Kelahiran Muhammad SAW

Rabiul Awal atau bulan ketiga dalam kalender Hijriyah adalah bulan yang dimuliakan umat Islam. Sebab, di bulan ini Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia sebagai manusia yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran-Nya.

Jauh sebelum kelahiran Rasulullah, Allah sudah mengabarkan akan kehadiran Nabi akhir zaman. Kedatangan Rasulullah telah disebut-sebut dalam kitab sebelum Al Quran, yakni dalam kitab Taurat dan Injil. Sehingga, para rabi Yahudi dan pendeta Nasrani telah mengenal Rasulullah dari gambaran tentang sifat-sifatnya.

Bahkan, Allah mengatur alam raya sedemikian rupa untuk menyongsong kedatangan misi kerasulan Nabi Muhammad. Terdapat tanda-tanda dan keajaiban yang mengiringi masa-masa menjelang kelahiran Nabi Muhammad.

Nabi lahir pada Senin malam menjelang dini hari, 12 Rabiul Awal, pada tahun gajah atau bertepatan dengan 23 April 571 Masehi, tepatnya dua bulan setelah pasukan gajah menyerang kota Makkah. Sebagian ada yang berpendapat bahwa Nabi lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Beliau lahir di kampung Bani Hasyim di kota Makkah.

Namun menjelang kelahirannya, langit dan bumi menyambut dengan gembira. Selain itu, ada sejumlah peristiwa besar yang terjadi di dunia sebagai pertanda akan kelahiran Nabi .
Seperti dikutip dari buku berjudul “Uswatun Hasanah” yang ditulis Haddad Alwi, keadaan di Makkah berubah menjelang lahirnya Nabi. Tarikh Islam melukiskan bahwa pada tahun 570 Masehi, sebagian besar negeri Makkah gersang kerontang.

Dataran Makkah nyaris tak ditumbuhi tanaman selain pohon kurma. Namun, menjelang lahirnya Nabi , hujan tercurah lebat. Tanah di sekitar Makkah menjadi subur dan pohon-pohon menjadi rimbun dan berbuah lebat.

Selanjutnya, tanda yang terlihat pada tahun kelahirannya adalah peristiwa datangnya pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah, penguasa Habasyah (Ethiopia), yang hendak menghancurkan Ka’bah.

Dikisahkan, Abrahah adalah raja yang kejam dan arogan. Ia menyerang Yaman dan berhasil menguasainya. Ketika ia mendengar orang-orang pergi haji ke Baitullah di Makkah, timbul keinginannya untuk membangun rumah suci di Yaman dengan maksud mengalihkan perhatian orang-orang agar berhaji ke Yaman dan bukan ke Makkah.

Sementara itu, ada seorang badui yang datang dan membuang kotoran binatang di rumah suci buatan Abrahah itu. Lantas, Abrahah yang merasa dihina bertekad membalas dendam dengan menyerang Ka’bah.

Beberapa bulan menjelang kelahiran Nabi Muhammad, Abrahah dan pasukannya bergerak menuju Makkah hendak menghancurkan Ka’bah. Akan tetapi, Allah menggagalkan penyerbuan itu dengan mukjizat seperti dikisahkan dalam Alquran surah al-Fil. Saat itu Ka’bah tanpa perlindungan manusia sama sekali, lantaran penduduk Makkah mengungsi ke bukit-bukit.

Saat hampir sampai ke kota Makkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah. Lalu, langit penuh dengan kawanan burung Ababil yang datang dengan melemparkan batu-batu kerikil panas ke arah Abrahah dan pasukannya. Sehingga, Abrahah dan pasukannya hancur. Abrahah sendiri dikatakan lari kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Selain itu, menjelang detik-detik kelahiran Nabi, benteng-benteng kezaliman mengalami kegoncangan. Misalnya, api suci yang dipuja-puja oleh orang Majusi atau zoroaster di kuil pemujaan di Persia tiba-tiba padam. Api Majusi itu dikisahkan selalu menyala hingga hampir seribu tahun.

Di tempat lain, air Danau ‘A’ yang dikultuskan orang-orang Persia tiba-tiba surut dan akhirnya kering. Sementara serambi-serambi istana Kisra (raja Persia) yang merupakan pusat kezaliman dan kekafiran dunia tiba-tiba retak dan runtuh.

Sementara itu, diriwayatkan bahwa pada malam kelahiran Nabi, bumi mengguncang sehingga berhala-berhala yang terpancang di sekitar Ka’bah jatuh bergelimpangan dan berhancuran.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran Nabi Muhammad, Tasik Sava atau semenanjung yang dianggap suci oleh orang Persia, tenggelam ke dalam tanah.
Selain itu, terjadi peristiwa menggemparkan di kerajaan Romawi, di mana beberapa buah gereja dan biara tiba-tiba runtuh. Demikianlah Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya akan datangnya sosok penutup para Nabi yang akan menggoyahkan benteng-benteng kezaliman dan penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya.

Demikian artikel tentang Kelahiran dan peristiwa besar yang terjadi menjelang lahirnya Nabi Muhammad SAW semoga bisa menjadi pembelajaran besar dan tumbuh semangat agar terus bisa menjalankan apa yang diperjalankan oleh beliau. Aamiin

sumber : amalsholeh.com

Share

Menakjubkan, Inilah Dahsyatnya Shalat Tahajud

Menakjubkan, Inilah Dahsyatnya Shalat Tahajud

Dahsyatnya Shalat Tahajud

Shalat tahajud merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya. Salat tahajud dianggap sebagai ibadah shalat sunah yang paling istimewa. Telah disebutkan juga di dalam Al-Qur’an bahwa shalat tahajud dapat membuat orang yang mengamalkannya diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Q.S Al-Isra ayat 79, yang artinya:

“Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji.”

Shalat sunah ini merupakan ibadah yang istimewa dan banyak mengandung keutamaan. Secara definisi dalam Islam, shalat tahajud berarti ibadah sunah yang dikerjakan setelah bangun tidur. Tata cara shalat tahajud yang benar harus dilaksanakan sesuai sunah. Tata cara salat tahajud sesuai sunah sebenarnya mirip shalat pada umumnya. Perbedaan mendasar terdapat pada niat, waktu dan jumlah rakaat yang dijalankan.

Apa saja sih manfaat dari sholat Tahajud ? Berikut ini penjelasanya :

  1. Doa Akan terkabul

Manfaat shalat tahajud yang pertama adalah akan dikabulkan doa-doanya oleh Allah SWT. Apalagi bila seseorang melaksanakannya di waktu utamanya yaitu di sepertiga malam terakhir.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari).

  1. Penghapus dan Pencegah Dosa

Selain itu, manfaat shalat tahajud lainnya adalah sebagai ajang mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, menolak penyakit serta pencegah dari dosa.

Dengan menjalankan shalat tahajud, maka kamu bisa mendapatkan manfaat shalat tahajud yang mengagumkan ini. Dosa dosa kecil yang pernah kita perbuat menjadi berguguran.

  1. Jembatan untuk Masuk Surga dan Amalan yang Akan Membantu di Akhirat

Terdapat sebuah hadis yang mengatakan tentang manfaat sholat tahajud yang luar biasa untuk umat manusia apabila menjalankannya. Manfaat itu adalah menjadikan sebuah jembatan untuk masuk ke surga.

Berikut bunyi hadis yang dikatakan oleh Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim berkaitan dengan keistimewaan shalat tahajud. “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah shalat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Amalan yang Akan Membantu di Akhirat

Ada juga ayat yang terkandung di dalam Alquran terkait shalat malam ini. Dalam surat Az-Zariyat ayat 15-18 telah disebutkan bahwa orang yang senantiasa melakukan shalat tahajud, insya Allah akan mendapatkan sebuah balasan yang setimpal yang diberikan oleh Allah SWT ketika kelak sudah berada di akhirat.

Dalam ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa. “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Berbagai keutamaan bisa kamu dapatkan dari melaksanakan sholat tahajud dengan rutin. Shalat tahajud bisa dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah isya’ sampai masuknya waktu subuh. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir berarti lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh.

Manfaat shalat tahajud bisa kamu dapatkan dengan mengikuti tata caranya dengan benar. Secara umum, cara shalat tahajud tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya. Mengenai jumlah rakaatnya, salat tahajud dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam, dengan jumlah rakaat yang tak terbatas.

Walaupun begitu menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan shalat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dengan witir). Bahkan saat sebelum tidur kita berniat untuk melaksanakan shalat tahajud, tetapi kamu tidak terbangun, kamu masih tetap mendapatkan manfaat shalat tahajud yang luar biasa.

Share

Manfaat Teh Tawar Bagi Tubuh

Manfaat Teh Tawar Bagi Tubuh

Manfaat Air Wudhu

Manfaat teh tawar ternyata banyak berguna untuk kesehatan tubuh. Selain air putih, teh memang sudah menjadi minuman wajib bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Mengutip dari laman Reader’s Digest, teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang mengandung antioksidan yang dikenal sebagai katekin.

Katekin sendiri terbagi atas senyawa Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang dapat menghilangkan radikal bebas dalam tubuh dan mengurangi peradangan

Meski begitu, teh yang dikonsumsi dengan tambahan pemanis akan memiliki kandungan kalori yang lebih banyak. Kandungan gula yang tinggi juga bisa memicu timbulnya penyakit diabetes dalam tubuh.

Untuk mengatasinya, kita juga bisa menggantinya dengan mengonsumsi teh tawar atau teh tanpa gula. Meski rasanya berbeda dengan teh yang menggunakan gula atau the manis, teh tawar menyimpan banyak khasiat baik yang diberikan untuk tubuh dibalik rasanya yang hambar. Berikut adalah beberapa manfaat teh tawar bagi tubuh:

Menormalkan Kadar Gula Darah

Kebiasaan mengonsumsi teh tawar dinyatakan dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Kandungan polifenol yang ada pada beberapa jenis teh, seperti teh hijau, teh hitam, dan teh oolong, mampu meningkatkan sensitivitas insulin di tubuh. Hal tersebut membuat kadar gula darah menjadi lebih mudah terkontrol.

Selain itu, rutin mengonsumsi teh tawar juga akan membuat tubuh merasa lebih rileks, sebab kandungan L-theanin yang ada di teh dapat membantu merelaksasikan tubuh. Tak hanya itu, L-theanin juga memberikan manfaat lain, seperti meredakan stres, memperbaiki mood, dan meningkatkan fungsi otak. Manfaat teh tawar tersebut dapat kita temukan di teh hijau dan teh hitam.

Menurunkan Kolesterol Jahat

Manfaat lain yang bisa kita peroleh dari mengonsumsi teh tawar adalah mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Mengutip dari alodokter, dikatakan jika sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi teh tawar secara rutin diperkirakan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh hingga 11%. Jenis teh tawar yang bisa membantu menurunkan kolesterol alami adalah teh hitam.

Teh tawar jika dikonsumsi secara rutin juga dikatakan mampu memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh. Sebab, kandungan polifenol di teh dapat mencegah terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah. Hal tersebut tentu membuat kita tidak mudah mengalami penyempitan pembuluh darah. Jenis teh yang bisa dikonsumsi diantaranya, teh hijau, teh hitam, dan teh oolong.

Menjaga Kesehatan Jantung

Studi menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan beberapa faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Teh hitam disebut  mengandung kelompok antioksidan lain yang disebut flavonoid, yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Jika kita mengonsumsi teh hitam tanpa gula secara rutin, maka akan mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, peningkatan kadar trigliserida dan obesitas.

Memperkuat Gigi

Mengonsumsi teh dikaitkan dengan peningkatan kesehatan gigi dan risiko karies yang lebih rendah. Manfaat ini pastinya akan berjalan jika mengonsumsinya tanpa gula.

Gula dikaitkan sebagai penyebab kerusakan gigi dan mulut. Sebab, ada banyak faktor penyebab gangguan pada gigi, salah satunya dari streptococcus mutans yang merupakan bakteri berbahaya utama di mulut.

Bakteri ini menyebabkan pembentukan plak dan merupakan kontributor utama untuk gigi berlubang dan kerusakan gigi. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa teh dapat mengurangi bau mulut.

Mencegah Alzheimer
Salah satu kandungan teh yang terkenal adalah kafein. Kandungan ini juga dikenal sebagai stimulan otak. Peran kafein di otak adalah memblokir neurotransmitter penghambat yang disebut Adenosine. Kafein telah dipelajari secara intensif sebelum dan secara konsisten mengarah pada perbaikan dalam berbagai aspek fungsi otak, termasuk peningkatan suasana hati, kewaspadaan, waktu reaksi, dan memori.

Hal tersebut, tentu berkaitan dengan mencegah penyakit Alzheimer juga. Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum pada manusia dan merupakan penyebab utama demensia.

Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa senyawa katekin dalam teh hijau dapat memiliki berbagai efek perlindungan pada neuron dalam tabung reaksi dan model hewan. Dan manfaat teh hijau ini memiliki potensi menurunkan risiko Alzheimer dan parkinson terutama jika dikonsumsi tanpa gula.

Menyehatkan Kulit

Yang menarik, rutin mengonsumsi teh tawar juga disebut mampu membantu merawat kulit. Teh memiliki efek antioksidan yang mampu menjaga kesehatan kulit. Polifenol dalam teh, dapat menekan beberapa komponen seluler yang dapat merusak jaringan serat yang membantu kulit tetap kencang.

Peran antioksidan melindungi kulit kita dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, dan menjaganya dari jerawat.

Bantu Proses Penurunan Berat Badan
Mengonsumsi teh tanpa gula, juga bisa dijadikan metode penurunan berat badan. Polifenol pada teh telah terbukti meningkatkan pengeluaran kalori dan mengurangi lemak tubuh.

Selain polifenol, teh juga merupakan sumber kafein. Kafein membantu tubuh membakar kalori dan lemak. Jika sedang melakukan diet, cobalah untuk rutin mengonsumsi teh tawar setiap harinya.

Mencegah Kanker

Kandungan polifenol dan antioksidan yang terdapat di teh diketahui mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal tersebut dikaitkan dengan kemampuan teh dalam mencegah munculnya penyakit kanker.

Manfaat tersebut, paling banyak ditemukan dalam teh hijau dan teh hitam. Meski begitu, kita juga perlu memperhatikan batasan dalam mengonsumsi teh setiap harinya. Batas konsumsi teh yang dianjurkan adalah 2-3 cangkir sehari.

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Setiap muslim yang hendak melakukan ibadah salat, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Selain sebagai prasyarat salat dan beberapa ibadah lain, ternyata wudhu juga memiliki berbagai macam manfaat yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga wudhunya saat hendak melakukan ibadah salat.

Melansir dari NU Onlinewudhu hukumnya wajib jika hendak melaksanakan salat, thawaf, i’tikaf, dan membaca atau memegang Alquran. Sehingga, wudhu menempati posisi penting dalam ibadah. Bahkan, sah tidaknya sebuah ibadah tergantung dari cara wudhunya.

Wudhu tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan dari hadats kecil. Namun, wudhu juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Tak heran, jika Nabi Muhammad SAW selalu menganjurkan setiap muslim untuk selalu memperhatikan wudhunya.

Lantas, apa saja manfaat berwudhu untuk kehidupan sehari-hari? Berikut manfaat air wudhu yang dilansir dari NU Online:

1. Menghapus Dosa

Setiap muslim yang berwudhu maka Allah SWT akan mengampuni kesalahan-kesalahannya. Selain itu, berwudhu juga dapat meningkatkan derajat seseorang dan akan selalu diberikan kesabaran saat menghadapi perkara yang tidak disenangi. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada kalian atas apa yang membuat Allah menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Menyempurnakan wudhu di pagi hari yang dingin, bersabar menghadapi perkara yang tidak disenangi, memperbanyak langkah ke masjid, dan menanti shalat setelah shalat. Itulah ribath,” (HR. Muslim)

2. Melepaskan Belenggu dan Dikabulkan Keinginannya

Rasulullah SAW pernah menggambarkan bahwa orang yang tidur memiliki beberapa belenggu. Akan tetapi, jika orang tersebut bangun dan berwudhu, belenggu-belenggu tersebut akan terlepas dan akan dikabulkan segala keinginannya. Sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut, yang artinya:

“Dua orang laki-laki dari umatku dimana salah seorangnya bangun malam dan membawa dirinya untuk bersuci, sementara dia terbelenggu beberapa belenggu, kemudian berwudhu. Ketika berwudhu membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu belenggu. Ketika berwudhu membasuh wajahnya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika berwudhu mengusap kepalanya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika membasuh kedua kakinya, maka terlepaslah belenggu berikutnya. Kemudian, Rabb berfirman kepada mereka yang ada di balik hijab, ‘Lihatlah hamba-Ku ini. Ia mengatasi dirinya. Apa pun yang diminta hamba-Ku itu kepada-Ku maka permintaan itu untuknya,” (HR. Ibnu Hibban).

3. Wajah Terlihat Berseri

Salah satu manfaat berwudhu lainnya yaitu wajah akan terlihat berseri. Setiap muslim yang terbiasa berwudhu, akan memberikan bekas pada wajah dan tangannya. Bahkan di hari kiamat nanti, orang yang senantiasa berwudhu wajahnya akan terlihat terang.

Rasulullah SAW sendiri menyarankan untuk melebihi tubuh yang dibasuh ketika berwudhu, supaya di hari kiamat nanti terlihat berseri-seri. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam salah satu hadits berikut, artinya:

“Sesungguhnya umatku pada hari Kiamat adalah al-ghurr dan al-muhajjalun karena bekas wudhu. Siapa saja yang mampu memanjangkan ghurr-nya maka lakukanlah!” (HR. Ahmad).

4. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Manfaat berwudhu untuk kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah menjaga daya tahan tubuh. Seperti dikutip dari NU Online, psikiater dan neurolog berkebangsaan Austria, Leopold Werner von Ehrenfels, mengatakan bahwa berwudhu menjadikan tubuh lebih sehat. Pasalnya, air wudhu dapat merangsang saraf-saraf tubuh, sehingga bisa menjaga daya tahan tubuh.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Berwudhu memang memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan, salah satunya adalah mencegah penyakit kulit. Seseorang yang berwudhu, setidaknya lima kali dalam sehari, bisa menjaga kebersihan kulitnya. Selain itu, wudhu juga berfungsi efektif untuk menjaga kulit dari berbagai serangan penyakit.

 

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits tentang menyantuni anak yatim

  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Salah satu kebaikan yang juga memberikan banyak keberkahan adalah dengan memberikan makanan untuk orang yang berpuasa. Kebaikan ini bisa kamu lakukan sendirian atau dengan orang-orang terdekat kita. Sehingga kita dapat lebih ringan dalam menjalankannya. Tidak harus dalam jumlah besar, sekecil apapun yang kita berikan, dapat menjadi ladang pahala yang berlimpah untuk tabungan di akhirat kelak.

Keutamaan memberi makan orang yang puasa sangat berdampak besar bagi kehidupan kita, di dunia maupun akhirat. Hal ini banyak dikabarkan melalui Al-Quran dan Hadits Shahih, tentang bagaimana orang yang menafkahkan hartanya untuk memberi makan orang yang berpuasa. Sungguh menjadi kesempatan kita mengumpulkan amalan ibadah untuk menyelamatkan diri di dunia dan akhirat. Berikut keutamaan membeti makan orang yang berpuasa;

Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa

  1. Meraih ridho Allah SWT.

Salah satu keutamaan dari memberikan makan orang yang berpuasa adalah mendapat ridho dari Allah SWT ketika diiringi dengan ibadah lain seperti bersedekah. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menyatakan:

“Puasa, salat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, sholat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298).

  1. Menambah keberkahan.

Rezeki tidak melulu berwujud harta dan kekayaan. Semua itu akan sulit dinikmati tanpa keberkahan. Dengan berbagi makanan kepada orang yang berpuasa, kita dapat meraih keberkahan dari Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam hadits dikatakan, sedekah tidak akan mengurangi harta. Walaupun secara fisik berkurang, namun harta yang disedekahkan akan menjadi berkah. Sehingga kekurangannya tersebut tertutupi oleh keberkahannya.

  1. Mempererat silaturahmi.

Memberikan makanan juga membuat kita bertemu dengan penerima kebaikan. Hal ini membuka jalan untuk menjalin silaturahmi di dalamnya. Disinilah letak kebaikan yang bisa kita rasakan. Selain memberikan kebahagiaan, kita juga sekaligus membuka pintu rezeki di dalam silahturrahmi. Tidak heran kalau ganjaran pahala berlipat ganda dijanjikan di dalam tindakan ini.

  1. Mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dalam setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas ada pahala yang menunggu. Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa ini akan membawa kita untuk mendapatkan pahala seperti orang yang sedang berpuasa.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, berkata Rasulullah SAW. bersabda:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

  1. Membuka peluang untuk mendapatkan surga.

Meraih surga di akhirat adalah cita-cita yang diharapkan umat muslim. Maka untuk mendapatkannya, kita dapat melakukan dengan cara memberi makan orang yang berpuasa. Hal ini seperti yang disampaikan Ali Ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata,” Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi)

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Muharram Tiba, Ini Dia Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim

Muharram Tiba, Ini Dia Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim

Dalam Islam, yatim memiliki kedudukan yang istimewa. Terdapat keutamaan dalam menyantuni anak yatim. Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 220)

Sedangkan dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.”

(HR. Bukhari)

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits tentang menyantuni anak yatim

  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.
  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”.

  • karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
    1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
    2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya. Berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia (HR. Bukhari)
    3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram. sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut. sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

Dikutip dalam buku berjudul ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim, diantaranya:

  • 1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam di Surga

    Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah (sesuai dengan hadits yang telah disebutkan di atas).

    2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

    Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

    Rasulullah SAW bersabda: 

    “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”

    (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

    3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

    Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

    “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

    (QS. Al-Insan: 5-6)

    4. Memperoleh Pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala

    Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

    “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

    (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)

    5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat

    Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

    “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.”

    (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

    6. Investasi Amal untuk Akhirat

    Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”

    (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

    7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

    Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

    Dan satu lagi keutamaan dalam menyantuni anak yatim yakni akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati.

    Nabi SAW bersabda.

    “Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.”

    (HR Thabrani)

    Di bulan Muharram yang mulia ini anjuran memperbanyak amal baik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meningkatkan ibadah yang wajib dan menambah amalan sunnah salah satunya bisa dengan bersedekah untuk anak yatim piatu. Selain itu, dengan sedekah yatim, semoga kita bisa menjadi tetangga Rasulullah di surga.

    Semakin banyak anak-anak yang kehilangan orang tua atau wali akibat virus Covid-19. Angka kehilangan bukanlah sekadar statistik, melainkan pukulan yang semakin menambah duka. Mengutip dari CDC, kehilangan orang tua, nenek, kakek, atau keluarga yang mengasuhnya seumur hidup punya dampak panjang yang dapat menghancurkan kesejahteraan mental, fisik, dan ekonomi.

    Tak ada anak yang rela kehilangan orang tua atau walinya dalam waktu yang singkat. Begitupula tak ada seorang anak pun yang bisa memilih bagaimana ia dilahirkan, dari keluarga yang lengkap atau ‘kurang’. Namun, peran kita bisa melengkapi kehidupan anak yatim di sekitar kita.

    Jangan biarkan mereka kebingungan menghadapi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Sedekahmu obati duka para anak yatim piatu,

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya shalat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap shalat 5 waktu.

Dikutip dari laman NU Online, adzan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal bin Rabbah. Beliau merupakan muazin pertama pada zaman Rasulullah SAW. Bilal dipilih oleh Rasulullah menjadi muazin karena memiliki suara lantang yang merdu, menghayati kalimat-kalimat adzan, berdisiplin tinggi dan berani. Sebagaimana dalam sebuah hadits berikut ini:

“Ketika kaum muslim datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu solat, tetapi tidak ada seorangpun yang menyerukan Sholat. Oleh karena itu, pada suatu hari, mereka membicarakannya. Sebagian diantara mereka berkata, “gunakanlah lonceng seperti orang-orang Nasrani.” Sebagian lain berkata: “gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi.” Lalu umar berkata: “mengapa kalian tidak menyerukan seseorang untuk melakukan solat?” kemudian Rasulullah SAW bersabda, “hai Bilal, berdiri dan serukanlah panggilan Sholat.” (H. R. AL-Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, dan An Nasa’i).

Bahkan adzan juga memiliki keutamaan serta manfaat dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu, menjawab adzan menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan dan memiliki hikmah didalamnya. Salah satunya membuat hati akan menjadi tenang, dan masih banyak lagi kautamaan/manfaat menjawab adzan. Dan berikut adalah beberapa penjelasan tentang manfaat menjawab adzan.

1) MENJADI SAKSI KEBAIKAN

Menjawab adzan merupakan panggilan shalat menjadi sebuah amal baik yang akan dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid dan jawaban itu akan menjadi saksi kebaikan kita di hari kiamat. Seperti mana Rasulullah SAW bersabda :

لايَسْمَعُ صَوْتَهُ جِنٌّ وَلا إِنْسٌ وَلا حَجَرٌ وَلا شَجَرٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

“Tidaklah suara adzan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendengarnya melainkan  itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.”(HR Abu Ya’la)

Jadi, barangsiapa yang mendengarkan suatu azan yang dikumandangkan akan dicatat amal kebaikan apalagi yang menjawab azan tersebuat akan dijadikan saksi kebaikannya di hari kiamat.

2) MENJAWAB ADZAN KARENA KEYAKINAN HATI AKAN MENGANTARKAN MENUJU SURGA

Dengan keyakina hati, menjawab azan akan mengantarkan kita ke surga.  

“Ketika muadzin mengumandangkan Allahuakbar Allahuakbar lalu kalian menjawab allahuakbar allahuakbar. Kemuadian muadzin mengumandangkan asyhadu anlaa ilaaha illallah, lalu kalian menjawab asuhadu anlaa ilaaha illallah dan seterusnya hingga akhir adzan. Siapa yang mengucapkan itu dari dalalm hatinya maka akan masuk surga.” (H.R Muslim)

3) DIAMPUNI DOSA

Kemudian, Barangsiapa yang ketika mendengarkan adzan dia mengucapkan: aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni (H.R Ahmad, Muslim dan lainnya).

4) SIAPA YANG MENJAWAB ADZAN DAN MEMBACA SHALAWAT MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN SHALAWAT BAGINYA 10 KALI

“Apabila kalian mendengar muadzin, jawablah adzannya. Kemudian bacalah shalawat untukku. Karena orang yang membaca shalawat untukku seklai maka Allah akan memberikannya shalawat untuknya 10 kali.” (H.R Muslim)

Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya “hayya alash shalaah” dan “hayya ‘alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan :

“laa haula walaa quwwata illa billahi.”

Artinya : “Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”.

Namun, ketika mendengar suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh pada saat muadzin mengucapkan bacaan kalimat:

“As shalaatu khairum minan naumi”.(2 kali)

Maka kita yang mendengarnya, menjawab dengan bacaan:

“shadaqta wabararta wa anaa’alaa dzaalika minasy syaahidiina.”

Artinya : benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.

Dengan demikian dari penjelasan berikut, dapat disimpulkan bahwa dengan sekecil apapun yang kita kerjakan walaupun itu baik maka akan membawakan kita kepada golongan yang baik pula seperti yang kita bahas tadi menjawab adzan akan memberikan kita saksi kebaikan di hari akhir (kiamat).

*Artikel ini dikutip dari Alodokter.com dan portaljember.com

Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Rajin Beribadah

Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Rajin Beribadah

Ketika melihat orang lain sedang dilanda kesulitan, hati kecil kita pun ikut tergerak. Kita pun dianjurkan untuk turut membantu untuk meringankan beban mereka. Tentu saja atas dasar tenggang rasa dan juga kemanusiaan.

Membantu orang lain pun harus sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita. Salah satunya adalah dengan memberi makan orang lain. Terdengar sepele, namun terdapat banyak keutamaan memberi makan orang.

Dalam hadis riwayat Bukhari, dari Abu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda, “Bebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, Rasulullah pun menganjurkan kita untuk memberi makan orang lapar.  Terlebih apabila orang tersebut merupakan orang yang saleh dan rajin beribadah, tentu akan mendatangkan banyak berkah. Apa sajakah keutamaan memberi makan orang lain? Mari simak lebih lanjut.

1. Mendapatkan Pahala dan Ridha Allah SWT

Keutamaan memberi makan yang utama adalah kita turut memperoleh pahala karena memberi makan juga termasuk bentuk sedekah. Selain pahala, kita juga diberikan ridha Allah SWT.

Namun jangan lupa, amal kebaikan apapun tetap harus dibarengi dengan menjalan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Bila dilakukan, maka kita bisa mendapatkan ridha Allah SWT.

Rasullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Thabrani, Bukhari, dan Muslim mengenai hal ini, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.”  (H.R. Thabrani)

Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tak hanya mendapatkan pahala bersedekah, keutamaan memberi makan orang lain juga untuk menjaga silaturahmi sesama umat.

2. Turut Memperoleh Pahala Ibadah Yang Dilakukan Orang Tersebut

Orang yang sering beribadah tercermin dari kesehariannya dalam menjalankan perintah Allah SWT dan mengamalkan sunnah rasulullah. Salah satunya adalah berpuasa. Keutamaan memberi makan pada orang yang sedang berpuasa, kita pun akan diberikan balasan yang luar biasa. Yaitu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa.

Sebagaimana diriwayatkan dalam H. R. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hafizh Abu Thahir, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

3. Diberikan Jalan Menuju Surga

Berbagi kepada sesama tak harus berupa barang yang mahal atau dalam jumlah banyak. Semua kembali lagi pada seberapa ikhlas kita melakukannya. Ikhlas berarti tidak mengharapkan kembali dan niat untuk membantu sesama karena Allah.

Keutamaan memberi makan kepada orang yang membutuhkan, dan bertepatan dengan menjalankan ibadah puasa, maka Allah akan memberikan jalan langsung menuju surga.

Kepada Ali RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.”

Lantas beliau pun ditanya, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” dan menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (H. R. Tirmidzi)

Nah, coba bayangkan. Betapa besarnya pahala yang akan kita dapat apabila sedang menjalani amal ibadah bersamaan dengan memberi makan orang yang sedang berpuasa?

4. Didoakan Oleh Orang Tersebut

Orang yang sering beribadah sebisa mungkin untuk selalu dekat dengan sang Penciptanya. Ia akan bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT dan akan mendoakan orang-orang yang bersikap baik terhadap dirinya.

Salah satu keutamaan memberi makan orang yang rajin beribadah adalah mendapatkan doa darinya. Apabila orang yang diberi makanan menyantap makanan yang diberikan dan mendoakan pemberi makanan, maka Allah akan mengabulkannya.

Terlebih apabila orang tersebut melafalkan doa yang dilakukan oleh Rasulullah, “Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii”

Yang artinya, “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim)

Begitu banyak keutamaan yang bisa didapatkan apabila kita membantu sesama dengan cara memberi makan orang lain. Berbagi dengan sesama tak akan membuat kita semakin miskin, namun hidup kita akan selalu dilimpahi berkah.

Sumber : Amalsholeh.com

Manfaat Puasa Sunnah Senin Kamis untuk Meningkatkan Kondisi Kesehatan

Manfaat Puasa Sunnah Senin Kamis untuk Meningkatkan Kondisi Kesehatan

Tips Agar Tubuh Segar, Tidak Tidur Lagi Setelah Subuh

Puasa merupakan salah satu di antara ibadah yang mempunyai sisi mulia di hadapan Allah SWT. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, ada sejumlah puasa sunnah yang dianjurkan. Di antaranya Puasa Senin Kamis.

Puasa Senin Kamis memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Puasa ini menjadi salah satu puasa sunah yang kerap dikerjakan Rasulullah SAW.

Rasulullah bersabda, “Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Banyak muslim maupun muslimat menunaikan puasa Senin Kamis demi memperoleh keberkahan Allah. Namun selain keberkahan, ada pula manfaat puasa Senin Kamis untuk kesehatan. Mulai dari mencegah penyakit jantung, detoksifikasi, menurunkan berat badan, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Dikutip dari Liputan6.com yang diambil dari berbagai sumber, ada 10 manfaat puasa senin kamis bagi kesehatan tubuh, diantaranya :

1) Jaga Kesehatan Jantung

Puasa Senin Kamis ternyata bermanfaat untuk menurunkan risiko aterosklerosis, yaitu penyumbatan arteri lantaran partikel lemak. Ketika puasa pun lemak bakal dipakai sebagai cadangan energi.

Hormon adrenalin dan nonadrenalin pun akan berkurang. Ini membantu tubuh untuk menjaga metabolisme tetap stabil, sehingga tekanan darah dapat turun.

Merujuk beberapa penelitian, memasukkan puasa ke dalam rutinitas mungkin sangat bermanfaat dalam hal kesehatan jantung. Puasa Senin Kamis secara rutin dapat membantu mengurangi kadar kolesterol “jahat” LDL dan trigliserida.

2) Keluarkan Racun dalam Tubuh

Selain itu, puasa Senin Kamis dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Racun yang bercampur dalam lemak, darah, atau bagian yang lain berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain berolahraga, cara mengeluarkan racun ini adalah dengan berpuasa. Ketika seseorang berhenti mengonsumsi makanan dan minuman minimal selama sehari, maka racun dapat dikeluarkan dengan efektif.

Pengeluaran racun dapat melalui keringat, buang air kecil ataupun saat buang air besar. Bila racun-racun tersebut sudah keluar, maka tubuh bakal terasa lebih sehat dan bugar.

 3) Turunkan Kadar Lemak

Manfaat lain puasa Senin Kamis adalah menurunkan kadar lemak. Ini mengingat lemak berlebih dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kolesterol dan jantung.

Karena itulah, kelebihan lemak dalam tubuh harus dihilangkan. Satu di antara manfaat puasa Senin Kamis adalah membantu menghilangkan lemak tak sehat tersebut.

Ketika berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Alhasil, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit. Di antaranya, tekanan darah tinggi ataupun kolesterol.

4) Istirahatkan Organ Pencernaan

Untuk diketahui, sistem pencernaan sangat sibuk dan membutuhkan energi dalam jumlah besar. Sistem pencernaan bahkan dapat mengalirkan energi yang dibutuhkan untuk penyembuhan, perbaikan dan pemeliharaan umum tubuh. Sebab itu, masuk akal untuk memberinya istirahat sesekali.

Sistem pencernaan manusia juga perlu istirahat dalam waktu tertentu agar bisa bekerja maksimal. Ketika berpuasa Senin Kamis, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mencerna makanan.

Dengan demikina, fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya. Sistem pencernaan yang sehat bakal membuat manusia jauh dari penyakit pencernaan. Misalnya, masalah lambung, sembelit, diare, dan masih banyak lagi.

5) Kontrol Gula Darah

Manfaat kelima puasa Senin Kamis, yakni dapat mengatur tingkat gula darah. Puasa akan membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi.

Hal ini akan menurunkan produksi insulin tubuh. Hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. Puasa Senin Kamis secara rutin turut mencegah lonjakan gula darah.

Selanjutnya, manfaat puasa akan membantu mengurangi resistensi insulin. Mengurangi resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dengan demikian, memungkinkannya untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke sel-sel dengan lebih efisien.

6) Lembutkan Hati dan Turunkan Hawa Nafsu

Puasa dalam keyakinan agama Islam memang menduduki posisi yang mulia. Selain mendapatkan pahala yang besar, orang yang rajin berpuasa juga akan dianugerahi kelembutan hati dan hawa nafsunya terhadap dunia akan berkurang.

7) Turunkan Risiko Stres dan Tingkatkan Kedamaian Hati

Adapun manfaat puasa Senin Kamis secara spiritual, yakni dapat menurunkan stres dan tekanan jiwa. Kondisi kesehatan mental yang optimal tentu dapat membantu kaum muslim meraih kesuksesan dengan mudah.

Manfaat puasa Senin Kamis secara spiritual lainnya, yaitu bisa meningkatkan kedamaian hati. Artinya, puasa memungkinkan seseorang merasa bersih jiwa dan raganya.

8) Lancarkan Metabolisme

Bukan hanya itu, manfaat puasa Senin Kamis juga dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin. Dengan berpuasa, tubuh harus bertahan berjam-jam tanpa makanan dan minuman, menggunakan sumber lemak, dan mengangkut racun dari tubuh.

Dengan berbuka menggunakan makanan bergizi seimbang, metabolisme bakal terbangun ulang dan meningkatkan level energi. Jenis makanan yang perlu dikonsumsi saat berbuka dan sahur di antaranya buah-buahan yang kaya akan serat, sayuran, gandum, protein tanpa lemak, dan air mineral.

9) Turunkan Berat Badan

Karena melancarkan metabolisme, puasa Senin Kamis bermanfaat untuk penurunan berat badan. Puasa ternyata lebih efektif ketimbang pembatasan kalori untuk kehilangan lemak.

Puasa sekaligus bisa menjaga jaringan otot tetap kuat. Puasa memang tidak akan memberikan penurunan berat badan yang drastis. Hanya saja, bila Anda berpuasa dan memerhatikan nutrisi yang dikonsumsi, maka penurunan berat badan dapat dicapai.

Manfaat puasa Senin Kamis juga meningkatkan lemak darah dan membantu menurunkan berat badan. Selama berpuasa, sel-sel ditekan dan hal tersebut dapat membantu menurunkan berat badan. Puasa dapat pula membantu menjaga kadar gula dan kolesterol darah.

10) Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat terakhir puasa Senin Kamis untuk kesehatan, yakni dapat meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Puasa juga dapat membantu meningkatkan regenerasi sel dan mencegah kerusakan organ akibat radikal bebas.

*Artikel ini diolah dari Liputan6.com