Kisah Inspirasi Burhan, Kehilangan Kaki Bukan Alasan Untuk Berhenti Meraih Mimpi

Kisah Inspirasi Burhan, Kehilangan Kaki Bukan Alasan Untuk Berhenti Meraih Mimpi

Kisah Inspirasi Burhan, Kehilangan Kaki Bukan Alasan Untuk Berhenti Meraih Mimpi

Assalamuaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan ia adalah Burhanudin, yang sering di sapa dengan “Burhan”, ia merupakan salah satu yatim binaan LAZ RYDHA yang kini menempuh pendidikan di Ponpes Qur’an dan SMP Tahfizh Qur’an Rydha, ia adalah anak yang periang dan semangat dalam belajar, Burhan pernah bercerita ingin sekali menjadi hafizh Qur’an yang sukses dunia akhirat, karena sekitar 1 tahun yang lalu Burhan ditinggal Ibunya, dan sejak lama juga ditinggal bapak, dan kini Burhan menjadi anak yatim piyatu, sungguh kondisi yang tentu tidak ingin kita rasakan diusia belia, dengan kondisi yang tidak seberuntung anak-anak yang lain, Burhan ingin sekali kelak bisa menghadiahkan mahkota terbaik untuk orang tuanya diakhirat.

Ada kelebihan yang Burhan miliki, diusia belianya Burhan terpaksa mengalami tragedi, yang mana kakinya terkena sakit kanker tulang dan terpaksa harus diamputasi, dan kini ia menggunakan kaki palsu dan sesekali menggunakan tongkat untuk berjalan, dibalik keistimewaan yang Burhan miliki ia tidak pantang semangat, walau kadang terbesit iri dan sedih ketika melihat teman-temannya yang bisa berjalan normal tapi Burhan yakin Allah maha baik dan yatin ada kebaikan yang Allah berikan untuk Burhan.

MasyaAllah begitu teguh hati Burhan, yang menjadi salah satu kisah inspiratif untuk kita semua, ia tidak mudah menyerah dengan keadaan dan mempunyai cita-cita mulia.

Alhamdulillah Burhan dan santri yatim dan dhuafa kini tinggal di Asrama Ikhsan Ponpes Qur’an Rydha yang mana semua kebutuhan hidup 100% berasal dari donatur dermawan, salah satunya adalah program “Infak Beras Untuk Santri Yatim dan Dhuafa Penghafal Qur’an” untuk memenuhi kebutuhan nutrisi santri setiap harinya.

Mari sahabat kita penuhi kebutuhan mereka, insyaAllah kebaikan yang mereka lakukan, salah satunya adalah belajar, menghafal dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an kita mendapatkan pahalanya, aamiin.

Dukung program kebaikan ini dengan klik, Donasi Sekarang!

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
LAZ RYDHA melakukan program Yatim Dhuafa Learning Courses (YDLC) Untuk Siswa dan Siswi Binaan RYDHA

LAZ RYDHA melakukan program Yatim Dhuafa Learning Courses (YDLC) Untuk Siswa dan Siswi Binaan RYDHA

LAZ RYDHA Melaksanakan Program Yatim Dhuafa Learning Courses (YDLC)

LAZ RYDHA melakukan program Yatim Dhuafa Learning Courses. Kegiatan ini bertujuan dalam bimbingan belajar dan pembagian modul pendukung kegiatan pembelajaran. Yatim Dhuafa Learning Courses ini merupakan kegiatan bimbel yang dilaksanakan selama 7 bulan dan juga rutin dilaksanakan 3 kali dalam seminggu.

Pembagian modul dilakukan di kantor LAZ RYDHA, sedangkan pelaksanaan kegiatan pembelajarannya dilakukan secara online. Penerima manfaat program Yatim Dhuafa Learning Courses adalah siswa-siswi kelas 12 binaas RYDHA dan bekerja sama dengan bimbel C3.

Dalam proses pembagian modul, para siswa-siswi sangat antusias ketika menerima modul pembelajaran yang diberikan oleh relawan LAZ RYDHA. Dan kami pun berharap agar para siswa dan siswi selalu semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran bersama bimbek C3.

Program Yatim Dhuafa Learning Courses juga bertujuan mendukung siswa-siswi binaan RYDHA dalam proses pembelajaran dan khususnya dalam mempersiapkan dalam hal proses seleksi perguruan tinggi, sehingga para siswa dan siswi binaan RYDHA dapat bersaing dalam seleksi perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Semoga dengan program ini siswa-siswi binaan RYDHA mampu bersaing meski dengan keterbatasan fasilitas pendidikan. “Setelah ikut bimbel saya lebih paham tentang ekonomi (Bisnis, tentang jual beli Dll) geografi (letak negara, kondisi bumi di negara, pergununungan, Dll). Sosiologi (kondisi manusia, kondisi perkembangan zaman, belajar menjadi seorang pengamat, lebih open mind) Sejarah (di bimbel ini bisa request mau sejarah apa yang mau dibahas. Lebih mengasah ingatan zaman dulu di mapel sejarah Indonesia juga)” ujar Neneng Khoirunnisa, salah satu penerima manfaat YDLC (Yatim Dhuafa Learning Courses).

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
LAZ RYDHA Mengadakan Program Safari Dakwah Untuk Mengajak Ibu-Ibu Agar Selalu Mengaji

LAZ RYDHA Mengadakan Program Safari Dakwah Untuk Mengajak Ibu-Ibu Agar Selalu Mengaji

LAZ RYDHA Melaksanakan Program Safari Dakwah

Alhamdulillah pada Rabu, (17/11) LAZ RYDHA telah melaksanakan kegiatan Safari Dakwah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para ibu-ibu agar selalu mengaji. Karena seseorang yang rutin membaca Al-Qur’an maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, derajatnya akan diangkat, mendapatkan ketenangan hati, mendapatkan pertolongan dari Allah SWT di hari kiamat, dan masih banyak lagi keutamaannya.

Kegiatan Safari Dakwah ini dilakukan di Griya Artha Sepatan, Jatiwaringin. Kegiatan ini bukan pertama kali dilakukan oleh LAZ RYDHA, sebelumnya LAZ RYDHA pernah melakukan kegiatan Safari Dakwah LKSLU Nurunnisa, Bakung, Kecamatan Kronjo. Kegiatan Safari Dakwah kali ini berisi kajian untuk para ibu-ibu agar selalu membaca AL-Qur’an.

Setelah seluruh aktivitas kajian selesai terlaksana, LAZ RYDHA berharap semoga dengan adanya program kegiatan Safari Dakwah, dapat menanamkan keistiqomahan kepada ibu-ibu agar senantiasa mengaji dan terus mengamalkan kajian yang telah diikuti sebelumnya.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
LAZ RYDHA Melaksanakan Program Kids Corner Tingkat TK/Sederajat

LAZ RYDHA Melaksanakan Program Kids Corner Tingkat TK/Sederajat

LAZ RYDHA Melaksanakan Program Kids Corner

Alhamdulillah pada Rabu, (17/11) LAZ RYDHA telah melaksanakan kegiatan Kids Corner. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kepada penerima manfaat tingkat TK/sederajat agar gemar bersedekah dan saling berbagi kepada sesame melalui aktivitas-aktivitas yang menarik.

Kegiatan Kids Corner ini dilakukan di TK Al-Khodijah Griya Artha Sepatan, Jatiwaringin dan dihadiri oleh 30 siswa siswi TK Al-Khodijah. Proses kegiatan ini merupakan aktivitas pembelajaran bersama yang menyenangkan. Diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pendukung motorik penerima manfaat, dan diakhiri dengan cerita dan pemberian hadiah.

Setelah seluruh kegiatan ini terlaksana, kami berharap semoga dengan adanya program Kids Corner ini, dapat memberikan manfaat kepada adik-adik agar lebih senang berbagi dan saling peduli kepada sesama. Dan semua para adik-adik selalu diberi Kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan setiap aktivitas.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Zakat Akhir Tahun

Zakat Akhir Tahun

Mari Tunaikan Zakat

Kita Tutup Akhir Tahun dengan Kebaikan Untuk Raih Keberkahan & Kemuliaan

“Peliharalah hartamu dengan menunaikan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan bersedekah dan tolaklah bencana dengan do’a.”
(HR At-Thabrani)

Apa itu Zakat Akhir Tahun?

Zaman dulu hitungan satu haul mengacu kepada tahun Hijriah karena umat Islam terbiasa dengan perhitungan tahun hijriah. Biasanya mereka akan memilih di antara bulan-bulan Hijriah karena tidak harus di bulan Muharram, Rabi’ul Awal, Rajab, Sya’ban atau Ramadhan karena zakat wajib ditunaikan pada saat harta tersebut telah berlalu satu tahun dan sampai nishab. Artinya, kalau dimulainya Ramadhan, berarti nanti membayar zakatnya pada bulan Ramadhan, jika bulan Muharram berarti juga bulan Muharram.

Akan tetapi, di zaman modern sekarang orang lebih familiar menggunakan tahun Masehi, apalagi bagi perusahaan tahun bukunya dari 1 Januari sampai 31 Desember karena nanti berkaitan dengan pembagian dividen dan pajak. Karena agama kita memberikan kemudahan, maka sebagian ulama berpendapat tidak masalah jika dalam penghitungannya mengacu pada tahun Masehi. Artinya, ketika seseorang sudah memiliki harta lebih dari setahun dan mengikuti tahun Masehi maka dia zakat. Apalagi yang berkaitan dengan pencatatan selama setahun, misalnya kalau orang punya usaha dagang maka biasanya pencatatannya adalah mengikuti tahun Masehi.

Secara singkat Zakat akhir tahun adalah zakat yang dikeluarkan setiap akhir tahun masehi maupun hijriah, zakat ini meliputi harta berupa Emas/Perak, Saham, Investasi, Tabungan , harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau anda memilki perusahaan yang sudah dimiliki atau berjalan selama 1 tahun (Haulnya 1 tahun).

Zakat yang Bisa Ditunaikan
Akhir Tahun

Zakat Emas / Perak

Zakat atas batang emas/perak atau uang atau barang2 atau perhiasan wanita yang lebih dari kewajaran yang telah mencapai haul dan nishabnya.

Nisab: Emas: 85 gr | Perak: 595 gr

Kadar: 2,5 % x nilai harga emas/perak melebihi kadar nishab

Zakat Tabungan

Zakat yang dikeluarkan oleh Deposan (pemilik tabungan) atas tabungan atau deposito (simpanan) pada lembaga keuangan yang telah genap setahun dan cukup kadar nishab

Nisab: Emas: 85 gr | Perak: 595 gr

Rumus: 2,5 % x nilai harga emas/perak melebihi kadar nishab

Zakat Perusahaan

Zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dikelola tidak secara perorangan. Bidang Usahanya halal, Dapat diperhitungkan nilainya, Dapat berkembang, dan mencapai nishab.

Nisab: Emas: 85 gr | Perak: 595 gr

Rumus: Aktiva Lancar – Kewajiban Jangka Pendek x 2,5 %

Zakat Emas / Perak

Zakat penghasilan yang diakumulasikan pembayarannya dalam satu tahun.

Nisab: 85 gram Emas

Rumus: 2,5 % x Penghasilan 1 Tahun

Zakat Perdagangan

Zakat yang dikeluarkan atas hasil perdagangan/perniagaan.

Nisab: 85 gr emas

Rumus: Nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar + Laba + Piutang lancar– hutang jatuh tempo x 2.5%

Zakat Saham

Zakat yang dikeluarkan atas nilai saham syariah (dengan syarat prinsip syariah) yang dimiliki yang telah genap setahun dan cukup nishabnya.

Nisab: 85 gr emas

Rumus: nilai kumulatif riil saham (book value + dividen) x 2,5 %

Jangan Ragu Konsultasikan Zakat Anda Kepada Kami

Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW seharusnya sudah menjadi pedoman yang diikuti oleh umat Islam dimanapun dirinya berada. Mengingat, cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW ini tidak terbatas oleh berbagai hal, baik itu budaya yang ada di tiap daerah atau letak dari daerah itu sendiri.

Berbagai hal yang membahas tata cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW ini, sebenarnya juga telah dijelaskan pada berbagai ayat di Al-Quran dan juga Hadist. Bahkan ada beberapa cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut yang sudah termasuk ke dalam sunnah, yang tentu akan sangat baik jika dilakukan.

Memang, Islam selalu mengajarkan dan akan membawa para pengikutnya kepada jalan yang baik dan benar. Bahkan untuk masalah gaya hidup dalam Islam juga sudah mengatur hal tersebut. Mulai dari cara makan, cara tidur, dan berbagai hal lainnya. Tentu semua semata-mata demi terjaganya kesehatan dari umat Islam itu sendiri dan terhindar dari berbagai malapetaka.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa agama Islam memang menjadi agama yang rahmatan lil alamin dimana agama Islam membawa banyak maslahat ataau manfaat bagi manusia. Dan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT, tentu sangat membantu manusia dalam mendapatkan hal yang terbaik bagi kehidupannya.

Dewasa ini, gaya hidup sehat seakan menjadi hal yang tidak terlalu diperhatikan. Bahkan hampir seluruh sumber penyakit sebenarnya berasal dari gaya hidup yang tidak sehat tersebut. Seperti penyakit stroke contohnya, yang bisa timbul karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah akibat dari menumpuknya lemak yang terlalu banyak dikonsumsi sehari-hari.

Padahal, salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah dengan tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan terlalu berlebihan. Nah, lalu bagaimana cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW yang lainnya? Berikut ini cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut.jnb

Tidak Makan Berlebihan

Sempat disinggung di awal tadi, bahwa ada baiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Bukan tanpa alasan tentunya Nabi Muhammad SAW mengajarkan hal tersebut. Apabila makan dengan berlebihan, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai kerugian, seperti makanan yang justru tidak habis hingga mengalami mual dan muntah karena kekenyangan.

Dari Aisyah RA, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah dengan berhenti makan sebelum kenyang. Hal ini ternyata merupakan cara yang cukup ampuh untuk menghindari dari berbagai penyakit yang bisa timbul.

Dilihat dari sisi medis, berhenti makan sebelum kenyang dapat mencegah berbagai masalah pencernaan yang bisa sangat merugikan tubuh tentunya.

Menurut hadist riwayat Bukhari Muslim dijelaskan bahwa, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan.” Hadits tersebut dhaif, namun maknanya benar.

Atur Porsi Makan

Nabi Muhammad SAW juga memberi contoh yang baik nengenai bagaimana porsi makanan yang baik untuk dikonsumsi. Umat muslim disarankan untuk menjaga makanan yang masuk dengan mengatur porsi makanan, minuman, dan udara agar seimbang. Sebab, kondisi perut yang terlalu penuh dengan makanan dan minuman akan membuat tidak adanya ruang bernafas atau ruang udara dalam perut dan akan membuat sesak nafas.

Ada hadist yang menjelaskan mengenai hal tersebut yang berbunyi, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Hindari Makanan Haram

Jangan sekali-kali umat Islam mengonsumsi makanan yang haram, sebab hal tersebut dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi tubuh. hal tersebut dijelaskan juga pada surat Al Maidah ayat 3 yang memiliki arti, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

Tidak Minum Khamr

Menganai minuman berupa khamr sudah dijelaskan pada salah satu ayat Al-Quran yaitu pada surat Al Maidah ayat 90-91 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, yang adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Puasa

Puasa sudah tidak perlu diragukan lagi dan begitu banyak penelitian yang menjelaskan mengenai puasa tersebut. Puasa di dalam Islam sangatlah banyak macamnya, mulai dari puasa wajib pada bulan Ramadan, dan juga berbagai puasa sunnah seperti puasa daud, puasa muharam, puasa senin dan kamis, dan lain sebagainya.

Diriwayatkan pada hadist Bukhari yang berbunyi, “Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu.” Hal tersebut memberi sebuah arti jika puasa akan memberi manfaat yang baik dan sehat bagi tubuh. Puasa juga menjadi sebuah cara detoks tubuh untuk mengeluarkan berbagai racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan berbagai zat merugikan lainnya.

Jangan Tidur Tengkurap

Mungkin hal ini tidak banyak disadari, padahal tidur tengkurap sangat dilarang dalm Islam karena merupakan tidurnya setan. Selain itu, dengan tidur tengkurap akan mengganggu saluran pernafasan yang akan berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, usahakan jangan tidur tengkurap.

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, beliau berkata, “Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.’ Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tidur Miring ke Kanan

Larangan tidur tengkurap sudah jelas pada poin sebelumnya, lalu seperti apa cara tidur yang benar? Nabi Muhammad SAW sangat menyarankan untuk tidur dalm posisi miring ke kanan karena dapat memperlancar kerja jantung dan hati. Selain itu, proses metabolisme tubuh serta detoksifikasi saat tidur akan lebih lancar saat tidur miring ke sisi kanan badan.

Seperti sabda dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Dengan menjaga kebersihan memang sudah tidak perlu diragukan lagi menjadi hal penting agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Apabila lingkungan sangat kotor tentu akan tinggi risikonya untuk timbul berbagai sumber penyakit seperti demam berdarah.

Hal yang membahas tentang kebersihan tersebut telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).

Menjaga Kebersihan Tubuh

Dari kebersihan lingkungan, lalu beranjak pada kebersihan dari tubuh. Nabi Muhammad SAW sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Dan dengan menjaga kebersihan tubuh akan menghindarkan seseorang dari penyakit.

Berdasar Hadist riwayat Muslim dan Tirmidzi yang mengatakan, “Waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak melebihi 40 hari.”

Dan akhirnya, sebagai umat muslim tentu wajib untuk mengikuti berbagai sunnah dan tuntunan salah satunya cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut, agar tidak mendapat kerugian di masa yang akan datang.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Bantu Bangun Warung Makan Ibu 3 Anak Yatim untuk Bertahan Hidup

Bantu Bangun Warung Makan Ibu 3 Anak Yatim untuk Bertahan Hidup

Chat CS LAZ RYDHA
1
Assalamualaikum Sahabat Dermawan
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Datang Bapak/Ibu, terima kasih atas kunjungannya. Apakah yang bisa kami dibantu?