Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Rahasia Menjaga Kesehatan Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW

Cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW seharusnya sudah menjadi pedoman yang diikuti oleh umat Islam dimanapun dirinya berada. Mengingat, cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW ini tidak terbatas oleh berbagai hal, baik itu budaya yang ada di tiap daerah atau letak dari daerah itu sendiri.

Berbagai hal yang membahas tata cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW ini, sebenarnya juga telah dijelaskan pada berbagai ayat di Al-Quran dan juga Hadist. Bahkan ada beberapa cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut yang sudah termasuk ke dalam sunnah, yang tentu akan sangat baik jika dilakukan.

Memang, Islam selalu mengajarkan dan akan membawa para pengikutnya kepada jalan yang baik dan benar. Bahkan untuk masalah gaya hidup dalam Islam juga sudah mengatur hal tersebut. Mulai dari cara makan, cara tidur, dan berbagai hal lainnya. Tentu semua semata-mata demi terjaganya kesehatan dari umat Islam itu sendiri dan terhindar dari berbagai malapetaka.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa agama Islam memang menjadi agama yang rahmatan lil alamin dimana agama Islam membawa banyak maslahat ataau manfaat bagi manusia. Dan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT, tentu sangat membantu manusia dalam mendapatkan hal yang terbaik bagi kehidupannya.

Dewasa ini, gaya hidup sehat seakan menjadi hal yang tidak terlalu diperhatikan. Bahkan hampir seluruh sumber penyakit sebenarnya berasal dari gaya hidup yang tidak sehat tersebut. Seperti penyakit stroke contohnya, yang bisa timbul karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah akibat dari menumpuknya lemak yang terlalu banyak dikonsumsi sehari-hari.

Padahal, salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah dengan tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan terlalu berlebihan. Nah, lalu bagaimana cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW yang lainnya? Berikut ini cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut.jnb

Tidak Makan Berlebihan

Sempat disinggung di awal tadi, bahwa ada baiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Bukan tanpa alasan tentunya Nabi Muhammad SAW mengajarkan hal tersebut. Apabila makan dengan berlebihan, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai kerugian, seperti makanan yang justru tidak habis hingga mengalami mual dan muntah karena kekenyangan.

Dari Aisyah RA, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Salah satu cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah dengan berhenti makan sebelum kenyang. Hal ini ternyata merupakan cara yang cukup ampuh untuk menghindari dari berbagai penyakit yang bisa timbul.

Dilihat dari sisi medis, berhenti makan sebelum kenyang dapat mencegah berbagai masalah pencernaan yang bisa sangat merugikan tubuh tentunya.

Menurut hadist riwayat Bukhari Muslim dijelaskan bahwa, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan.” Hadits tersebut dhaif, namun maknanya benar.

Atur Porsi Makan

Nabi Muhammad SAW juga memberi contoh yang baik nengenai bagaimana porsi makanan yang baik untuk dikonsumsi. Umat muslim disarankan untuk menjaga makanan yang masuk dengan mengatur porsi makanan, minuman, dan udara agar seimbang. Sebab, kondisi perut yang terlalu penuh dengan makanan dan minuman akan membuat tidak adanya ruang bernafas atau ruang udara dalam perut dan akan membuat sesak nafas.

Ada hadist yang menjelaskan mengenai hal tersebut yang berbunyi, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Hindari Makanan Haram

Jangan sekali-kali umat Islam mengonsumsi makanan yang haram, sebab hal tersebut dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi tubuh. hal tersebut dijelaskan juga pada surat Al Maidah ayat 3 yang memiliki arti, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

Tidak Minum Khamr

Menganai minuman berupa khamr sudah dijelaskan pada salah satu ayat Al-Quran yaitu pada surat Al Maidah ayat 90-91 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, yang adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Puasa

Puasa sudah tidak perlu diragukan lagi dan begitu banyak penelitian yang menjelaskan mengenai puasa tersebut. Puasa di dalam Islam sangatlah banyak macamnya, mulai dari puasa wajib pada bulan Ramadan, dan juga berbagai puasa sunnah seperti puasa daud, puasa muharam, puasa senin dan kamis, dan lain sebagainya.

Diriwayatkan pada hadist Bukhari yang berbunyi, “Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu.” Hal tersebut memberi sebuah arti jika puasa akan memberi manfaat yang baik dan sehat bagi tubuh. Puasa juga menjadi sebuah cara detoks tubuh untuk mengeluarkan berbagai racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan berbagai zat merugikan lainnya.

Jangan Tidur Tengkurap

Mungkin hal ini tidak banyak disadari, padahal tidur tengkurap sangat dilarang dalm Islam karena merupakan tidurnya setan. Selain itu, dengan tidur tengkurap akan mengganggu saluran pernafasan yang akan berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, usahakan jangan tidur tengkurap.

Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, beliau berkata, “Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.’ Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tidur Miring ke Kanan

Larangan tidur tengkurap sudah jelas pada poin sebelumnya, lalu seperti apa cara tidur yang benar? Nabi Muhammad SAW sangat menyarankan untuk tidur dalm posisi miring ke kanan karena dapat memperlancar kerja jantung dan hati. Selain itu, proses metabolisme tubuh serta detoksifikasi saat tidur akan lebih lancar saat tidur miring ke sisi kanan badan.

Seperti sabda dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Dengan menjaga kebersihan memang sudah tidak perlu diragukan lagi menjadi hal penting agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Apabila lingkungan sangat kotor tentu akan tinggi risikonya untuk timbul berbagai sumber penyakit seperti demam berdarah.

Hal yang membahas tentang kebersihan tersebut telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).

Menjaga Kebersihan Tubuh

Dari kebersihan lingkungan, lalu beranjak pada kebersihan dari tubuh. Nabi Muhammad SAW sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Dan dengan menjaga kebersihan tubuh akan menghindarkan seseorang dari penyakit.

Berdasar Hadist riwayat Muslim dan Tirmidzi yang mengatakan, “Waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak melebihi 40 hari.”

Dan akhirnya, sebagai umat muslim tentu wajib untuk mengikuti berbagai sunnah dan tuntunan salah satunya cara menjaga kesehatan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW tersebut, agar tidak mendapat kerugian di masa yang akan datang.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 22 Oktober Setiap Tahunnya.

Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 22 Oktober Setiap Tahunnya.

Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 22 Oktober Setiap Tahunnya.

Hari Santri Nasional merupakan salah satu hari nasional yang diperingati masyarakat Indonesia sebagai hari bersejarah. Mengapa Hari Santri Nasional bisa menjadi hari bersejarah?

 

Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, sekarang setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ini berkaitan erat dengan sejarah panjang Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

 

Peristiwa para pahlawan Indonesia yang berhasil menang saat bertempur melawan kembalinya Belanda tidak terlepas dari peran para ulama dan santri-santrinya yang turut berjuang untuk mempertahankan NKRI. Hal ini terjadi karena sebelum pecahnya perang pada tanggal 10 November, Ulama-Ulama terkemuka Indonesia termasuk KH. Hasyim Asya’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Resolusi Jihad untuk melawan penjajah yang datang.

 

Beberapa catatan sejarah menyatakan bahwa peran santri dan ulama cukup besar dalam kemenangan Indonesia mempertahankan NKRI yang kembali ingin dijajah. Apalagi pada saat itu para santri lebih patuh terhadap Kiai/Ulama karena pemerintahan yang berdiri masih baru dan belum memiliki pengaruh yang terlalu kuat untuk para ulama.

 

Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini memiliki sedikit cerita pro kontra. Bermula dari pertemuan ormas-ormas Islam Indonesia yang berkumpul pada tahun 2015 di Bogor untuk menetapkan Hari Santri Nasional. Perwakilan setiap ormas yang hadir adalah Al Irsyad, DDI, Persis, Muhammadiyah (Sekretaris Umum Abdul Mu’ti), MUI (Ketua Umum KH Ma’ruf Amin), PBNU (Ketua Umum Said Aqil).

 

Selain perwakilan ormas, ada juga sejarawan dan pakar Islam seperti Azyumardi Azra. Bahkan KH Abdul Ghoffar Rozien, atau biasa disapa Gus Rozien, masih mengingat betul peristiwa bersejarah 22 April 2015.

 

Tema yang diusung pada pertemuan tersebut adalah kapan waktu pasti Hari Santri ditetapkan. Saat perundingan tersebut berjalan, ada banyak pro kontra mengenai penetapan hari santi ini. Salah satu peserta yang kontra menyatakan bahwa penetapan hari santri ini bisa saja menimbulkan ekslusifitas yang akan membuat kelompok lain menuntut hal serupa.

 

Dari serangkaian pembahasan tersebut akhirnya sampailah mereka pada penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sebenarnya mayoritas peserta yang hadir pada pertemuan itu menyetujui bahwa Hari Santri jatuh pada tanggal 22 Oktober, namunu ada juga yang tidak setuju.

 

Dari 13 Organisasi masyarakat Islam Indonesia, hanya 1 Ormas yang tidak menandatangani usulan/tidak sepakat pada penetapan hari santri pada tanggal 22 Oktober ini, yaitu ormas Muhammadiyah. Alasan penolakan Muhammadiyah terhadap kesepakatan ini adalah ketakutan terjadinya polarisasi padahal pada saat itu Indonesia sedang membutuhkan persatuan.

 

Hari santri ini nantinya akan menimbulkan kelompok santri dan non santri yang akan berdampak pada perpecahan. Pertemuan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo kepada Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin.

 

Penetapan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober tidak lepas dari peran Presiden Jokowi yang pada kampenyenya tahun 2014 kemaren sempat menjanjikan hal tersebut. Terkait pandangan yang mengatakan bahwa HSN menjadi salah satu bentuk ekslusifitas NU, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan “ditetapkannya hari santri merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap peranan santi yang telah ikut menentang penjajah.”

 

“Kalau mau hari santri, ya di mana gerakan santri itu, dalam konteks pembela negara. Ini yang tepat, lahirnya Resolusi Jihad. Runutan dan konteksnya dalam konteks kenegaraan. Runutnya juga dan ke-Indonesia-an. Peristiwanya kebangsaan dan ke-Indonesia-an. Kalau ini gerakan santri,” ujarnya.

 

KH Ma’ruf Amin juga mengatakan bahwa “Cuma karena NU itu kebanyakan santri, yang santri itu kebanyakan NU, kemudian sepertinya diidentikan NU dengan santri. Sebenarnya santri itu tidak hanya NU, tapi karena kebanyakan santri adalah NU,”

 

Insya Allah pada tanggal 22 Oktober 2021, LAZ RYDHA akan merayakan Hari Santri ini dengan serangkaian program, salah satunya memberi Kado Untuk Santri. Program Kado Untuk Santri ini bertujuan memberikan hadiah untuk para santri sebagai hadiah dari Hari Santri.

“Semoga kegiatan ini memberikan keberkahan untuk kita semua, anak-anak yatim bisa merasakan kebahagiaan di Hari Santri, walau sebagian dari mereka kehilangan orang tuanya akibat pandemi semoga mereka tetap tangguh dan menjadi anak yang cerdas, aamiin” ujar profesional LAZ RYDHA

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Sejarah Lahirnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam

Sejarah Lahirnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam

Sejarah Lahirnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam

Lahirnya Rasulullah Muhammad SAW ke muka bumi secara tidak langsung mengingatkan kembali sejarah kemanusiaan. Siapa yang lupa sejarah maka akan jahiliyah, makanya Allah menurunkan Rasulullah untuk ke bumi dengan membawa Quran (petunjuk) agar manusia mengenal sejarah dirinya sendiri.

Dengan sejarah kita tahu awal mula penciptaan manusia dan akan berakhir kemana. Beruntungnya kita yang senantiasa mengikuti apa yang Rasulullah kerjakan (Sunnah Rasul.) agar terhindar dari yang namanya Jahiliyah

Dalam beberapa Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah bertepatan dengan tahun 570 Masehi.

Nabi Muhammad lahir dari orang tua bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Abdullah merupakan seorang saudagar yang sering bepergian ke Negeri Syam.

Akan tetapi Abdullah meninggal dunia saat Aminah mengandung Nabi Muhammad yang baru berusia 2 bulan. Setelah itu, Nabi Muhammad pun lahir tanpa didampingi oleh sang ayah.

Setelah lahir, Nabi Muhammad diserahkan pada Halimah Sa’diah untuk disusukan. Zaman dulu masyarakat Arab memiliki kebiasaan menyusukan anak-anak mereka kepada perempuan desa. Hal ini bertujuan agar anak-anaknya tumbuh di lingkungan pedesaan yang udaranya masih bersih. Nabi Muhammad pun tinggal bersama ibu susunya di dusun Bani Sa’ad selama empat tahun.

Kisah Nabi Muhammad selanjutnya di usia 6 tahun sang ibu pun wafat. Kemudian Nabi Muhammad SAW dirawat oleh kakeknya dari pihak ayah yaitu Abdul Mutalib. Selang dua tahun, sang kakek wafat.

Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW dirawat oleh pamannya bernama Abu Thalib yang merupakan salah satu petinggi dari keluarga Bani Hasyim. Nabi Muhammad SAW pun sering ikut berdagang ke Syam bersama pamannya.

Tumbuh dewasa, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. Siti Khadijah adalah wanita terpandang, cantik dan berasal dari golongan orang berada di Arab. Nabi Muhammad menikah saat berusia 25 tahun. Sedangkan Khadijah saat itu berusia 40 tahun.

Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu saat usia 40 tahun. Setelah mendapat wahyu dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pun mulai melakukan dakwah. Pada awalnya, dakwah yang disampaikan dengan cara bersembunyi-sembunyi.

Nabi Muhammad SAW wafat saat berusia 63 tahun. Beliau mengalami sakit dalam beberapa waktu, suhu tubuhnya tinggi dan sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Peristiwa Besar Menjelang Kelahiran Muhammad SAW

Rabiul Awal atau bulan ketiga dalam kalender Hijriyah adalah bulan yang dimuliakan umat Islam. Sebab, di bulan ini Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia sebagai manusia yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran-Nya.

Jauh sebelum kelahiran Rasulullah, Allah sudah mengabarkan akan kehadiran Nabi akhir zaman. Kedatangan Rasulullah telah disebut-sebut dalam kitab sebelum Al Quran, yakni dalam kitab Taurat dan Injil. Sehingga, para rabi Yahudi dan pendeta Nasrani telah mengenal Rasulullah dari gambaran tentang sifat-sifatnya.

Bahkan, Allah mengatur alam raya sedemikian rupa untuk menyongsong kedatangan misi kerasulan Nabi Muhammad. Terdapat tanda-tanda dan keajaiban yang mengiringi masa-masa menjelang kelahiran Nabi Muhammad.

Nabi lahir pada Senin malam menjelang dini hari, 12 Rabiul Awal, pada tahun gajah atau bertepatan dengan 23 April 571 Masehi, tepatnya dua bulan setelah pasukan gajah menyerang kota Makkah. Sebagian ada yang berpendapat bahwa Nabi lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Beliau lahir di kampung Bani Hasyim di kota Makkah.

Namun menjelang kelahirannya, langit dan bumi menyambut dengan gembira. Selain itu, ada sejumlah peristiwa besar yang terjadi di dunia sebagai pertanda akan kelahiran Nabi .
Seperti dikutip dari buku berjudul “Uswatun Hasanah” yang ditulis Haddad Alwi, keadaan di Makkah berubah menjelang lahirnya Nabi. Tarikh Islam melukiskan bahwa pada tahun 570 Masehi, sebagian besar negeri Makkah gersang kerontang.

Dataran Makkah nyaris tak ditumbuhi tanaman selain pohon kurma. Namun, menjelang lahirnya Nabi , hujan tercurah lebat. Tanah di sekitar Makkah menjadi subur dan pohon-pohon menjadi rimbun dan berbuah lebat.

Selanjutnya, tanda yang terlihat pada tahun kelahirannya adalah peristiwa datangnya pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah, penguasa Habasyah (Ethiopia), yang hendak menghancurkan Ka’bah.

Dikisahkan, Abrahah adalah raja yang kejam dan arogan. Ia menyerang Yaman dan berhasil menguasainya. Ketika ia mendengar orang-orang pergi haji ke Baitullah di Makkah, timbul keinginannya untuk membangun rumah suci di Yaman dengan maksud mengalihkan perhatian orang-orang agar berhaji ke Yaman dan bukan ke Makkah.

Sementara itu, ada seorang badui yang datang dan membuang kotoran binatang di rumah suci buatan Abrahah itu. Lantas, Abrahah yang merasa dihina bertekad membalas dendam dengan menyerang Ka’bah.

Beberapa bulan menjelang kelahiran Nabi Muhammad, Abrahah dan pasukannya bergerak menuju Makkah hendak menghancurkan Ka’bah. Akan tetapi, Allah menggagalkan penyerbuan itu dengan mukjizat seperti dikisahkan dalam Alquran surah al-Fil. Saat itu Ka’bah tanpa perlindungan manusia sama sekali, lantaran penduduk Makkah mengungsi ke bukit-bukit.

Saat hampir sampai ke kota Makkah, gajah-gajah itu berhenti dan berbalik mundur dengan izin Allah. Lalu, langit penuh dengan kawanan burung Ababil yang datang dengan melemparkan batu-batu kerikil panas ke arah Abrahah dan pasukannya. Sehingga, Abrahah dan pasukannya hancur. Abrahah sendiri dikatakan lari kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Selain itu, menjelang detik-detik kelahiran Nabi, benteng-benteng kezaliman mengalami kegoncangan. Misalnya, api suci yang dipuja-puja oleh orang Majusi atau zoroaster di kuil pemujaan di Persia tiba-tiba padam. Api Majusi itu dikisahkan selalu menyala hingga hampir seribu tahun.

Di tempat lain, air Danau ‘A’ yang dikultuskan orang-orang Persia tiba-tiba surut dan akhirnya kering. Sementara serambi-serambi istana Kisra (raja Persia) yang merupakan pusat kezaliman dan kekafiran dunia tiba-tiba retak dan runtuh.

Sementara itu, diriwayatkan bahwa pada malam kelahiran Nabi, bumi mengguncang sehingga berhala-berhala yang terpancang di sekitar Ka’bah jatuh bergelimpangan dan berhancuran.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran Nabi Muhammad, Tasik Sava atau semenanjung yang dianggap suci oleh orang Persia, tenggelam ke dalam tanah.
Selain itu, terjadi peristiwa menggemparkan di kerajaan Romawi, di mana beberapa buah gereja dan biara tiba-tiba runtuh. Demikianlah Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya akan datangnya sosok penutup para Nabi yang akan menggoyahkan benteng-benteng kezaliman dan penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya.

Demikian artikel tentang Kelahiran dan peristiwa besar yang terjadi menjelang lahirnya Nabi Muhammad SAW semoga bisa menjadi pembelajaran besar dan tumbuh semangat agar terus bisa menjalankan apa yang diperjalankan oleh beliau. Aamiin

sumber : amalsholeh.com

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Menakjubkan, Inilah Dahsyatnya Shalat Tahajud

Menakjubkan, Inilah Dahsyatnya Shalat Tahajud

Dahsyatnya Shalat Tahajud

Shalat tahajud merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya. Salat tahajud dianggap sebagai ibadah shalat sunah yang paling istimewa. Telah disebutkan juga di dalam Al-Qur’an bahwa shalat tahajud dapat membuat orang yang mengamalkannya diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Q.S Al-Isra ayat 79, yang artinya:

“Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji.”

Shalat sunah ini merupakan ibadah yang istimewa dan banyak mengandung keutamaan. Secara definisi dalam Islam, shalat tahajud berarti ibadah sunah yang dikerjakan setelah bangun tidur. Tata cara shalat tahajud yang benar harus dilaksanakan sesuai sunah. Tata cara salat tahajud sesuai sunah sebenarnya mirip shalat pada umumnya. Perbedaan mendasar terdapat pada niat, waktu dan jumlah rakaat yang dijalankan.

Apa saja sih manfaat dari sholat Tahajud ? Berikut ini penjelasanya :

  1. Doa Akan terkabul

Manfaat shalat tahajud yang pertama adalah akan dikabulkan doa-doanya oleh Allah SWT. Apalagi bila seseorang melaksanakannya di waktu utamanya yaitu di sepertiga malam terakhir.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari).

  1. Penghapus dan Pencegah Dosa

Selain itu, manfaat shalat tahajud lainnya adalah sebagai ajang mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa, menolak penyakit serta pencegah dari dosa.

Dengan menjalankan shalat tahajud, maka kamu bisa mendapatkan manfaat shalat tahajud yang mengagumkan ini. Dosa dosa kecil yang pernah kita perbuat menjadi berguguran.

  1. Jembatan untuk Masuk Surga dan Amalan yang Akan Membantu di Akhirat

Terdapat sebuah hadis yang mengatakan tentang manfaat sholat tahajud yang luar biasa untuk umat manusia apabila menjalankannya. Manfaat itu adalah menjadikan sebuah jembatan untuk masuk ke surga.

Berikut bunyi hadis yang dikatakan oleh Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim berkaitan dengan keistimewaan shalat tahajud. “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah shalat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Amalan yang Akan Membantu di Akhirat

Ada juga ayat yang terkandung di dalam Alquran terkait shalat malam ini. Dalam surat Az-Zariyat ayat 15-18 telah disebutkan bahwa orang yang senantiasa melakukan shalat tahajud, insya Allah akan mendapatkan sebuah balasan yang setimpal yang diberikan oleh Allah SWT ketika kelak sudah berada di akhirat.

Dalam ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa. “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Berbagai keutamaan bisa kamu dapatkan dari melaksanakan sholat tahajud dengan rutin. Shalat tahajud bisa dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah isya’ sampai masuknya waktu subuh. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir berarti lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh.

Manfaat shalat tahajud bisa kamu dapatkan dengan mengikuti tata caranya dengan benar. Secara umum, cara shalat tahajud tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya. Mengenai jumlah rakaatnya, salat tahajud dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam, dengan jumlah rakaat yang tak terbatas.

Walaupun begitu menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan shalat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dengan witir). Bahkan saat sebelum tidur kita berniat untuk melaksanakan shalat tahajud, tetapi kamu tidak terbangun, kamu masih tetap mendapatkan manfaat shalat tahajud yang luar biasa.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Manfaat Teh Tawar Bagi Tubuh

Manfaat Teh Tawar Bagi Tubuh

Manfaat Air Wudhu

Manfaat teh tawar ternyata banyak berguna untuk kesehatan tubuh. Selain air putih, teh memang sudah menjadi minuman wajib bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Mengutip dari laman Reader’s Digest, teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang mengandung antioksidan yang dikenal sebagai katekin.

Katekin sendiri terbagi atas senyawa Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang dapat menghilangkan radikal bebas dalam tubuh dan mengurangi peradangan

Meski begitu, teh yang dikonsumsi dengan tambahan pemanis akan memiliki kandungan kalori yang lebih banyak. Kandungan gula yang tinggi juga bisa memicu timbulnya penyakit diabetes dalam tubuh.

Untuk mengatasinya, kita juga bisa menggantinya dengan mengonsumsi teh tawar atau teh tanpa gula. Meski rasanya berbeda dengan teh yang menggunakan gula atau the manis, teh tawar menyimpan banyak khasiat baik yang diberikan untuk tubuh dibalik rasanya yang hambar. Berikut adalah beberapa manfaat teh tawar bagi tubuh:

Menormalkan Kadar Gula Darah

Kebiasaan mengonsumsi teh tawar dinyatakan dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Kandungan polifenol yang ada pada beberapa jenis teh, seperti teh hijau, teh hitam, dan teh oolong, mampu meningkatkan sensitivitas insulin di tubuh. Hal tersebut membuat kadar gula darah menjadi lebih mudah terkontrol.

Selain itu, rutin mengonsumsi teh tawar juga akan membuat tubuh merasa lebih rileks, sebab kandungan L-theanin yang ada di teh dapat membantu merelaksasikan tubuh. Tak hanya itu, L-theanin juga memberikan manfaat lain, seperti meredakan stres, memperbaiki mood, dan meningkatkan fungsi otak. Manfaat teh tawar tersebut dapat kita temukan di teh hijau dan teh hitam.

Menurunkan Kolesterol Jahat

Manfaat lain yang bisa kita peroleh dari mengonsumsi teh tawar adalah mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Mengutip dari alodokter, dikatakan jika sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi teh tawar secara rutin diperkirakan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh hingga 11%. Jenis teh tawar yang bisa membantu menurunkan kolesterol alami adalah teh hitam.

Teh tawar jika dikonsumsi secara rutin juga dikatakan mampu memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh. Sebab, kandungan polifenol di teh dapat mencegah terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah. Hal tersebut tentu membuat kita tidak mudah mengalami penyempitan pembuluh darah. Jenis teh yang bisa dikonsumsi diantaranya, teh hijau, teh hitam, dan teh oolong.

Menjaga Kesehatan Jantung

Studi menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan beberapa faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Teh hitam disebut  mengandung kelompok antioksidan lain yang disebut flavonoid, yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Jika kita mengonsumsi teh hitam tanpa gula secara rutin, maka akan mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, peningkatan kadar trigliserida dan obesitas.

Memperkuat Gigi

Mengonsumsi teh dikaitkan dengan peningkatan kesehatan gigi dan risiko karies yang lebih rendah. Manfaat ini pastinya akan berjalan jika mengonsumsinya tanpa gula.

Gula dikaitkan sebagai penyebab kerusakan gigi dan mulut. Sebab, ada banyak faktor penyebab gangguan pada gigi, salah satunya dari streptococcus mutans yang merupakan bakteri berbahaya utama di mulut.

Bakteri ini menyebabkan pembentukan plak dan merupakan kontributor utama untuk gigi berlubang dan kerusakan gigi. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa teh dapat mengurangi bau mulut.

Mencegah Alzheimer
Salah satu kandungan teh yang terkenal adalah kafein. Kandungan ini juga dikenal sebagai stimulan otak. Peran kafein di otak adalah memblokir neurotransmitter penghambat yang disebut Adenosine. Kafein telah dipelajari secara intensif sebelum dan secara konsisten mengarah pada perbaikan dalam berbagai aspek fungsi otak, termasuk peningkatan suasana hati, kewaspadaan, waktu reaksi, dan memori.

Hal tersebut, tentu berkaitan dengan mencegah penyakit Alzheimer juga. Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum pada manusia dan merupakan penyebab utama demensia.

Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa senyawa katekin dalam teh hijau dapat memiliki berbagai efek perlindungan pada neuron dalam tabung reaksi dan model hewan. Dan manfaat teh hijau ini memiliki potensi menurunkan risiko Alzheimer dan parkinson terutama jika dikonsumsi tanpa gula.

Menyehatkan Kulit

Yang menarik, rutin mengonsumsi teh tawar juga disebut mampu membantu merawat kulit. Teh memiliki efek antioksidan yang mampu menjaga kesehatan kulit. Polifenol dalam teh, dapat menekan beberapa komponen seluler yang dapat merusak jaringan serat yang membantu kulit tetap kencang.

Peran antioksidan melindungi kulit kita dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, dan menjaganya dari jerawat.

Bantu Proses Penurunan Berat Badan
Mengonsumsi teh tanpa gula, juga bisa dijadikan metode penurunan berat badan. Polifenol pada teh telah terbukti meningkatkan pengeluaran kalori dan mengurangi lemak tubuh.

Selain polifenol, teh juga merupakan sumber kafein. Kafein membantu tubuh membakar kalori dan lemak. Jika sedang melakukan diet, cobalah untuk rutin mengonsumsi teh tawar setiap harinya.

Mencegah Kanker

Kandungan polifenol dan antioksidan yang terdapat di teh diketahui mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Hal tersebut dikaitkan dengan kemampuan teh dalam mencegah munculnya penyakit kanker.

Manfaat tersebut, paling banyak ditemukan dalam teh hijau dan teh hitam. Meski begitu, kita juga perlu memperhatikan batasan dalam mengonsumsi teh setiap harinya. Batas konsumsi teh yang dianjurkan adalah 2-3 cangkir sehari.

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Setiap muslim yang hendak melakukan ibadah salat, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Selain sebagai prasyarat salat dan beberapa ibadah lain, ternyata wudhu juga memiliki berbagai macam manfaat yang baik untuk kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga wudhunya saat hendak melakukan ibadah salat.

Melansir dari NU Onlinewudhu hukumnya wajib jika hendak melaksanakan salat, thawaf, i’tikaf, dan membaca atau memegang Alquran. Sehingga, wudhu menempati posisi penting dalam ibadah. Bahkan, sah tidaknya sebuah ibadah tergantung dari cara wudhunya.

Wudhu tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan dari hadats kecil. Namun, wudhu juga memiliki banyak keutamaan dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Tak heran, jika Nabi Muhammad SAW selalu menganjurkan setiap muslim untuk selalu memperhatikan wudhunya.

Lantas, apa saja manfaat berwudhu untuk kehidupan sehari-hari? Berikut manfaat air wudhu yang dilansir dari NU Online:

1. Menghapus Dosa

Setiap muslim yang berwudhu maka Allah SWT akan mengampuni kesalahan-kesalahannya. Selain itu, berwudhu juga dapat meningkatkan derajat seseorang dan akan selalu diberikan kesabaran saat menghadapi perkara yang tidak disenangi. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada kalian atas apa yang membuat Allah menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Menyempurnakan wudhu di pagi hari yang dingin, bersabar menghadapi perkara yang tidak disenangi, memperbanyak langkah ke masjid, dan menanti shalat setelah shalat. Itulah ribath,” (HR. Muslim)

2. Melepaskan Belenggu dan Dikabulkan Keinginannya

Rasulullah SAW pernah menggambarkan bahwa orang yang tidur memiliki beberapa belenggu. Akan tetapi, jika orang tersebut bangun dan berwudhu, belenggu-belenggu tersebut akan terlepas dan akan dikabulkan segala keinginannya. Sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut, yang artinya:

“Dua orang laki-laki dari umatku dimana salah seorangnya bangun malam dan membawa dirinya untuk bersuci, sementara dia terbelenggu beberapa belenggu, kemudian berwudhu. Ketika berwudhu membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu belenggu. Ketika berwudhu membasuh wajahnya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika berwudhu mengusap kepalanya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika membasuh kedua kakinya, maka terlepaslah belenggu berikutnya. Kemudian, Rabb berfirman kepada mereka yang ada di balik hijab, ‘Lihatlah hamba-Ku ini. Ia mengatasi dirinya. Apa pun yang diminta hamba-Ku itu kepada-Ku maka permintaan itu untuknya,” (HR. Ibnu Hibban).

3. Wajah Terlihat Berseri

Salah satu manfaat berwudhu lainnya yaitu wajah akan terlihat berseri. Setiap muslim yang terbiasa berwudhu, akan memberikan bekas pada wajah dan tangannya. Bahkan di hari kiamat nanti, orang yang senantiasa berwudhu wajahnya akan terlihat terang.

Rasulullah SAW sendiri menyarankan untuk melebihi tubuh yang dibasuh ketika berwudhu, supaya di hari kiamat nanti terlihat berseri-seri. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam salah satu hadits berikut, artinya:

“Sesungguhnya umatku pada hari Kiamat adalah al-ghurr dan al-muhajjalun karena bekas wudhu. Siapa saja yang mampu memanjangkan ghurr-nya maka lakukanlah!” (HR. Ahmad).

4. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Manfaat berwudhu untuk kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah menjaga daya tahan tubuh. Seperti dikutip dari NU Online, psikiater dan neurolog berkebangsaan Austria, Leopold Werner von Ehrenfels, mengatakan bahwa berwudhu menjadikan tubuh lebih sehat. Pasalnya, air wudhu dapat merangsang saraf-saraf tubuh, sehingga bisa menjaga daya tahan tubuh.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Berwudhu memang memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan, salah satunya adalah mencegah penyakit kulit. Seseorang yang berwudhu, setidaknya lima kali dalam sehari, bisa menjaga kebersihan kulitnya. Selain itu, wudhu juga berfungsi efektif untuk menjaga kulit dari berbagai serangan penyakit.

 

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits tentang menyantuni anak yatim

  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Manfaat Memberi Makan Orang Berpuasa

Salah satu kebaikan yang juga memberikan banyak keberkahan adalah dengan memberikan makanan untuk orang yang berpuasa. Kebaikan ini bisa kamu lakukan sendirian atau dengan orang-orang terdekat kita. Sehingga kita dapat lebih ringan dalam menjalankannya. Tidak harus dalam jumlah besar, sekecil apapun yang kita berikan, dapat menjadi ladang pahala yang berlimpah untuk tabungan di akhirat kelak.

Keutamaan memberi makan orang yang puasa sangat berdampak besar bagi kehidupan kita, di dunia maupun akhirat. Hal ini banyak dikabarkan melalui Al-Quran dan Hadits Shahih, tentang bagaimana orang yang menafkahkan hartanya untuk memberi makan orang yang berpuasa. Sungguh menjadi kesempatan kita mengumpulkan amalan ibadah untuk menyelamatkan diri di dunia dan akhirat. Berikut keutamaan membeti makan orang yang berpuasa;

Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa

  1. Meraih ridho Allah SWT.

Salah satu keutamaan dari memberikan makan orang yang berpuasa adalah mendapat ridho dari Allah SWT ketika diiringi dengan ibadah lain seperti bersedekah. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menyatakan:

“Puasa, salat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, sholat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298).

  1. Menambah keberkahan.

Rezeki tidak melulu berwujud harta dan kekayaan. Semua itu akan sulit dinikmati tanpa keberkahan. Dengan berbagi makanan kepada orang yang berpuasa, kita dapat meraih keberkahan dari Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam hadits dikatakan, sedekah tidak akan mengurangi harta. Walaupun secara fisik berkurang, namun harta yang disedekahkan akan menjadi berkah. Sehingga kekurangannya tersebut tertutupi oleh keberkahannya.

  1. Mempererat silaturahmi.

Memberikan makanan juga membuat kita bertemu dengan penerima kebaikan. Hal ini membuka jalan untuk menjalin silaturahmi di dalamnya. Disinilah letak kebaikan yang bisa kita rasakan. Selain memberikan kebahagiaan, kita juga sekaligus membuka pintu rezeki di dalam silahturrahmi. Tidak heran kalau ganjaran pahala berlipat ganda dijanjikan di dalam tindakan ini.

  1. Mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dalam setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas ada pahala yang menunggu. Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa ini akan membawa kita untuk mendapatkan pahala seperti orang yang sedang berpuasa.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, berkata Rasulullah SAW. bersabda:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

  1. Membuka peluang untuk mendapatkan surga.

Meraih surga di akhirat adalah cita-cita yang diharapkan umat muslim. Maka untuk mendapatkannya, kita dapat melakukan dengan cara memberi makan orang yang berpuasa. Hal ini seperti yang disampaikan Ali Ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata,” Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi)

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Muharram Tiba, Ini Dia Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim

Muharram Tiba, Ini Dia Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim

Dalam Islam, yatim memiliki kedudukan yang istimewa. Terdapat keutamaan dalam menyantuni anak yatim. Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 220)

Sedangkan dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.”

(HR. Bukhari)

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits tentang menyantuni anak yatim

  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.
  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”.

  • karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
    1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
    2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya. Berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia (HR. Bukhari)
    3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram. sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut. sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

Dikutip dalam buku berjudul ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim, diantaranya:

  • 1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam di Surga

    Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah (sesuai dengan hadits yang telah disebutkan di atas).

    2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

    Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

    Rasulullah SAW bersabda: 

    “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”

    (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

    3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

    Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

    “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

    (QS. Al-Insan: 5-6)

    4. Memperoleh Pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala

    Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

    “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

    (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)

    5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat

    Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

    “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.”

    (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

    6. Investasi Amal untuk Akhirat

    Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”

    (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

    7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

    Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

    Dan satu lagi keutamaan dalam menyantuni anak yatim yakni akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati.

    Nabi SAW bersabda.

    “Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.”

    (HR Thabrani)

    Di bulan Muharram yang mulia ini anjuran memperbanyak amal baik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meningkatkan ibadah yang wajib dan menambah amalan sunnah salah satunya bisa dengan bersedekah untuk anak yatim piatu. Selain itu, dengan sedekah yatim, semoga kita bisa menjadi tetangga Rasulullah di surga.

    Semakin banyak anak-anak yang kehilangan orang tua atau wali akibat virus Covid-19. Angka kehilangan bukanlah sekadar statistik, melainkan pukulan yang semakin menambah duka. Mengutip dari CDC, kehilangan orang tua, nenek, kakek, atau keluarga yang mengasuhnya seumur hidup punya dampak panjang yang dapat menghancurkan kesejahteraan mental, fisik, dan ekonomi.

    Tak ada anak yang rela kehilangan orang tua atau walinya dalam waktu yang singkat. Begitupula tak ada seorang anak pun yang bisa memilih bagaimana ia dilahirkan, dari keluarga yang lengkap atau ‘kurang’. Namun, peran kita bisa melengkapi kehidupan anak yatim di sekitar kita.

    Jangan biarkan mereka kebingungan menghadapi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Sedekahmu obati duka para anak yatim piatu,

*Artikel diolah dari zakat.or.id, muslim.or.id dan republika.co.id dan lainnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Menakjubkan, Inilah Manfaat Menjawab Adzan

Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya shalat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap shalat 5 waktu.

Dikutip dari laman NU Online, adzan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal bin Rabbah. Beliau merupakan muazin pertama pada zaman Rasulullah SAW. Bilal dipilih oleh Rasulullah menjadi muazin karena memiliki suara lantang yang merdu, menghayati kalimat-kalimat adzan, berdisiplin tinggi dan berani. Sebagaimana dalam sebuah hadits berikut ini:

“Ketika kaum muslim datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu solat, tetapi tidak ada seorangpun yang menyerukan Sholat. Oleh karena itu, pada suatu hari, mereka membicarakannya. Sebagian diantara mereka berkata, “gunakanlah lonceng seperti orang-orang Nasrani.” Sebagian lain berkata: “gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi.” Lalu umar berkata: “mengapa kalian tidak menyerukan seseorang untuk melakukan solat?” kemudian Rasulullah SAW bersabda, “hai Bilal, berdiri dan serukanlah panggilan Sholat.” (H. R. AL-Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, dan An Nasa’i).

Bahkan adzan juga memiliki keutamaan serta manfaat dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu, menjawab adzan menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan dan memiliki hikmah didalamnya. Salah satunya membuat hati akan menjadi tenang, dan masih banyak lagi kautamaan/manfaat menjawab adzan. Dan berikut adalah beberapa penjelasan tentang manfaat menjawab adzan.

1) MENJADI SAKSI KEBAIKAN

Menjawab adzan merupakan panggilan shalat menjadi sebuah amal baik yang akan dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid dan jawaban itu akan menjadi saksi kebaikan kita di hari kiamat. Seperti mana Rasulullah SAW bersabda :

لايَسْمَعُ صَوْتَهُ جِنٌّ وَلا إِنْسٌ وَلا حَجَرٌ وَلا شَجَرٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

“Tidaklah suara adzan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendengarnya melainkan  itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.”(HR Abu Ya’la)

Jadi, barangsiapa yang mendengarkan suatu azan yang dikumandangkan akan dicatat amal kebaikan apalagi yang menjawab azan tersebuat akan dijadikan saksi kebaikannya di hari kiamat.

2) MENJAWAB ADZAN KARENA KEYAKINAN HATI AKAN MENGANTARKAN MENUJU SURGA

Dengan keyakina hati, menjawab azan akan mengantarkan kita ke surga.  

“Ketika muadzin mengumandangkan Allahuakbar Allahuakbar lalu kalian menjawab allahuakbar allahuakbar. Kemuadian muadzin mengumandangkan asyhadu anlaa ilaaha illallah, lalu kalian menjawab asuhadu anlaa ilaaha illallah dan seterusnya hingga akhir adzan. Siapa yang mengucapkan itu dari dalalm hatinya maka akan masuk surga.” (H.R Muslim)

3) DIAMPUNI DOSA

Kemudian, Barangsiapa yang ketika mendengarkan adzan dia mengucapkan: aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni (H.R Ahmad, Muslim dan lainnya).

4) SIAPA YANG MENJAWAB ADZAN DAN MEMBACA SHALAWAT MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN SHALAWAT BAGINYA 10 KALI

“Apabila kalian mendengar muadzin, jawablah adzannya. Kemudian bacalah shalawat untukku. Karena orang yang membaca shalawat untukku seklai maka Allah akan memberikannya shalawat untuknya 10 kali.” (H.R Muslim)

Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya “hayya alash shalaah” dan “hayya ‘alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan :

“laa haula walaa quwwata illa billahi.”

Artinya : “Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”.

Namun, ketika mendengar suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh pada saat muadzin mengucapkan bacaan kalimat:

“As shalaatu khairum minan naumi”.(2 kali)

Maka kita yang mendengarnya, menjawab dengan bacaan:

“shadaqta wabararta wa anaa’alaa dzaalika minasy syaahidiina.”

Artinya : benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.

Dengan demikian dari penjelasan berikut, dapat disimpulkan bahwa dengan sekecil apapun yang kita kerjakan walaupun itu baik maka akan membawakan kita kepada golongan yang baik pula seperti yang kita bahas tadi menjawab adzan akan memberikan kita saksi kebaikan di hari akhir (kiamat).

*Artikel ini dikutip dari Alodokter.com dan portaljember.com

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Rajin Beribadah

Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Rajin Beribadah

Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Rajin Beribadah

Ketika melihat orang lain sedang dilanda kesulitan, hati kecil kita pun ikut tergerak. Kita pun dianjurkan untuk turut membantu untuk meringankan beban mereka. Tentu saja atas dasar tenggang rasa dan juga kemanusiaan.

Membantu orang lain pun harus sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita. Salah satunya adalah dengan memberi makan orang lain. Terdengar sepele, namun terdapat banyak keutamaan memberi makan orang.

Dalam hadis riwayat Bukhari, dari Abu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda, “Bebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, Rasulullah pun menganjurkan kita untuk memberi makan orang lapar.  Terlebih apabila orang tersebut merupakan orang yang saleh dan rajin beribadah, tentu akan mendatangkan banyak berkah. Apa sajakah keutamaan memberi makan orang lain? Mari simak lebih lanjut.

1. Mendapatkan Pahala dan Ridha Allah SWT

Keutamaan memberi makan yang utama adalah kita turut memperoleh pahala karena memberi makan juga termasuk bentuk sedekah. Selain pahala, kita juga diberikan ridha Allah SWT.

Namun jangan lupa, amal kebaikan apapun tetap harus dibarengi dengan menjalan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Bila dilakukan, maka kita bisa mendapatkan ridha Allah SWT.

Rasullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Thabrani, Bukhari, dan Muslim mengenai hal ini, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.”  (H.R. Thabrani)

Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tak hanya mendapatkan pahala bersedekah, keutamaan memberi makan orang lain juga untuk menjaga silaturahmi sesama umat.

2. Turut Memperoleh Pahala Ibadah Yang Dilakukan Orang Tersebut

Orang yang sering beribadah tercermin dari kesehariannya dalam menjalankan perintah Allah SWT dan mengamalkan sunnah rasulullah. Salah satunya adalah berpuasa. Keutamaan memberi makan pada orang yang sedang berpuasa, kita pun akan diberikan balasan yang luar biasa. Yaitu mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa.

Sebagaimana diriwayatkan dalam H. R. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hafizh Abu Thahir, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

3. Diberikan Jalan Menuju Surga

Berbagi kepada sesama tak harus berupa barang yang mahal atau dalam jumlah banyak. Semua kembali lagi pada seberapa ikhlas kita melakukannya. Ikhlas berarti tidak mengharapkan kembali dan niat untuk membantu sesama karena Allah.

Keutamaan memberi makan kepada orang yang membutuhkan, dan bertepatan dengan menjalankan ibadah puasa, maka Allah akan memberikan jalan langsung menuju surga.

Kepada Ali RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.”

Lantas beliau pun ditanya, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” dan menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (H. R. Tirmidzi)

Nah, coba bayangkan. Betapa besarnya pahala yang akan kita dapat apabila sedang menjalani amal ibadah bersamaan dengan memberi makan orang yang sedang berpuasa?

4. Didoakan Oleh Orang Tersebut

Orang yang sering beribadah sebisa mungkin untuk selalu dekat dengan sang Penciptanya. Ia akan bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT dan akan mendoakan orang-orang yang bersikap baik terhadap dirinya.

Salah satu keutamaan memberi makan orang yang rajin beribadah adalah mendapatkan doa darinya. Apabila orang yang diberi makanan menyantap makanan yang diberikan dan mendoakan pemberi makanan, maka Allah akan mengabulkannya.

Terlebih apabila orang tersebut melafalkan doa yang dilakukan oleh Rasulullah, “Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii”

Yang artinya, “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim)

Begitu banyak keutamaan yang bisa didapatkan apabila kita membantu sesama dengan cara memberi makan orang lain. Berbagi dengan sesama tak akan membuat kita semakin miskin, namun hidup kita akan selalu dilimpahi berkah.

Sumber : Amalsholeh.com

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Chat CS LAZ RYDHA
1
Assalamualaikum Sahabat Dermawan
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Datang Bapak/Ibu, terima kasih atas kunjungannya. Apakah yang bisa kami dibantu?