Alhamdulillah, Pada Ahad (7/8/2025) LAZ RYDHA kembali mengadakan penandatanganan MOU dengan para penerima Bantuan Bea Study RYDHA Tahun Ajaran Baru 2025/2026 yang bertempat di Aula Gedung SMPTQ RYDHA.
Penandatanganan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang hak dan kewajiban yang dimiliki oleh para penerima B-Best, serta menjelaskan prosedur yang dimiliki oleh LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha. Hal ini dimaksud agar terbentuknya kesepakatan antara kedua belah pihak yaitu para penerima manfaat dan LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha
Setiap tahun ajaran baru LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha selalu membuka pendaftaran calon penerima Bantuan Bea Study yang biasa disingkat B-Best yaitu dari tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Para peserta yang mendaftar akan melewati berbagai seleksi mulai dari Seleksi Pemberkasan, Tes Potensi Akademik, Tes Wawancara, dan Tes Survey. Semua Peserta akan melewati semua seleksi tersebut tanpa terkecuali dan akan direkap semua nilainya hingga mendapat Hasil Akhir yang disebut sebagai Penerima B-Best. Para penerima B-Best Baru LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha tahun ajaran 2025/2026 tersebar di berbagai SMA/Ponpes Favorit dan Perguruan Tinggi terkenal di Indonesia Maupun Perguruan Tinggi Luar Negeri.
Melalui bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban mereka sekaligus memotivasi untuk lebih fokus belajar dan berprestasi.
Alhamdulillah, pada Jumat, 8 Agustus 2025, LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha telah menyelenggarakan kegiatan Kids Corner di TK Menara Firdaus, Sepatan. Acara ini diikuti oleh lebih dari 50 siswa-siswi TK yang antusias berpartisipasi dari awal hingga akhir.
Kegiatan Kids Corner ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya bersedekah, membangun karakter peserta didik, sekaligus mengasah keterampilan motorik anak. Rangkaian acara diawali dengan pengkondisian peserta, dilanjutkan ice breaking untuk mencairkan suasana, kemudian sesi berkisah tentang penciptaan Nabi Adam AS yang dikemas dengan menarik.
Selanjutnya, anak-anak diajak berkreasi membentuk berbagai model dari play dough untuk mengasah imajinasi dan keterampilan tangan. Suasana semakin meriah dengan games estafet bola dan hulahup di lapangan yang melatih kekompakan, koordinasi, dan sportivitas mereka.
InsyaAllah, LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha akan terus menghadirkan kegiatan-kegiatan inspiratif dan istiqamah berperan sebagai jembatan kebaikan.
Alhamdulillah, LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha telah menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Bea Studi (BBEST) di SMPTQ Rydha. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada Ahad, 27 Juli 2025 untuk tingkat SMA, dan Ahad, 10 Agustus 2025 untuk tingkat Perguruan Tinggi Negeri.
Seleksi ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi berkas yang sebelumnya telah dilakukan. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berkas berhak mengikuti tahap berikutnya, yakni Tes Tulis dan Wawancara, yang bertujuan untuk mengukur potensi akademik sekaligus menilai motivasi mereka menjadi penerima manfaat program bantuan bea studi (BBEST).
Pada tingkat SMA, terdapat 22 peserta yang berhasil lolos tahap seleksi berkas. Sementara itu, pada tingkat Perguruan Tinggi Negeri, sebanyak 48 peserta lolos tahap seleksi berkas. Seleksi dilaksanakan pada 10 Agustus 2025, dengan pembagian menjadi dua sesi. Peserta pada sesi pertama mengikuti Tes Potensi Akademik terlebih dahulu, kemudian wawancara dan tes bacaan Al-Qur’an. Adapun peserta pada sesi kedua menjalani wawancara dan tes bacaan Al-Qur’an terlebih dahulu, lalu mengikuti Tes Potensi Akademik.
InsyaAllah, LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha akan terus berkomitmen mengoptimalkan peran sebagai jembatan kebaikan, memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.
Dokumentasi Ana saat menjadi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI)
Pendidikan: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik
Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik, membuka peluang bagi setiap individu untuk meraih impian dan memperbaiki taraf hidup. Melalui proses belajar, seseorang tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun mentalitas dan karakter yang akan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.
Kisah Inspiratif: Ana Uswatun Hasanah
Salah satu bukti nyata dari kekuatan pendidikan adalah perjalanan inspiratif Ana Uswatun Hasanah, seorang anak dhuafa yang berhasil meniti karir di Jakarta berkat dukungan beasiswa pendidikan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Yatim Dhuafa Rydha.
Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah, Ana telah mendapatkan bantuan beasiswa dari LAZ Rydha. Selain dukungan biaya pendidikan, Ana juga menerima bantuan moral dan motivasi yang mendorongnya untuk terus berprestasi. Dengan semangat dan dedikasinya, Ana bahkan berhasil meraih juara 1 dalam Kompetisi Sains Madrasah tingkat Kabupaten.
(Dokumentasi Ana ketika di bangku Madrasah Aliyah)
Program B-BEST: Mendukung Perjalanan Pendidikan
Selama menjadi bagian dari program beasiswa B-BEST, Ana merasa mendapatkan banyak pengalaman berharga. “Banyak hal baru yang didapat, kegiatan yang membangun, relasi, motivasi, dan banyak lagi,” ujar Ana, menggambarkan betapa besar peran program ini dalam mendukung perjalanan pendidikannya. Ana juga menambahkan, “Bersyukur sekali pernah bergabung di LAZ Rydha. Terima kasih banyak atas segala supportnya. Semoga selalu lebih baik dan memberikan kebermanfaatan lebih luas.”
(Dokumentasi Ana saat wisuda Profesi Apoteker)
Peran Donatur dalam Perjalanan Ana
Selain dukungan dari lembaga, Ana juga merasa sangat berterima kasih kepada orang tua asuhnya yakni Ibu Dyah Juliastuti, yang telah memberikan bantuan baik secara moril maupun materil selama masa pendidikannya. “Ana mau ucapin terima kasih banyak atas segala support baik moril maupun materil yang sudah diberikan sehingga saya bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik. Bantuan ibu sangat berarti bagi saya. Mohon maaf atas segala keterbatasan Ana. Semoga Allah selalu melindungi ibu dan keluarga, memudahkan urusan ibu, dan segala harapan ibu tercapai. Terima kasih sebanyak-banyaknya Ibu dan LAZ Rydha,” ucap Ana dengan penuh haru.
Pendidikan untuk Masa Depan Anak Dhuafa
Ana hanyalah satu dari ratusan anak binaan LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha yang terdiri dari anak yatim, piatu, dan dhuafa yang terbantu melalui program beasiswa pendidikan. Dengan dana dari Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan para donatur, LAZ Rydha telah membantu banyak anak-anak kurang mampu untuk menggapai impian mereka. “Kami sangat bersyukur bisa menjadi jembatan bagi anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Kami berharap mereka dapat berdaya dan menjadi pribadi yang mandiri,” ungkap Ardi Wiranata, CEO LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha.
Mari Bersama Dukung Pendidikan Anak Bangsa
Kisah Ana Uswatun Hasanah adalah bukti nyata bahwa bantuan pendidikan bisa mengubah hidup seseorang. Dukungan dari para donatur telah menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan. “Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada LAZ Rumah Yatim Dhuafa Rydha. Setiap bantuan dari Sahabat semua adalah langkah besar bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Ardi Wiranata CEO LAZ Rydha.
Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk terus mendukung pendidikan sebagai jalan menuju perubahan dan pemberdayaan yang lebih luas bagi anak-anak bangsa yang membutuhkan.
Keterbatasan Ekonomi Bukan Halangan, Nurjaya Tetap Semangat Meraih Impian
RYDHA News – Kisah hebat pemuda asal Kronjo, Kabupaten Tangerang. Nurjaya dengan raihan segudang prestasi menjadi inspirasi dan penuh motivasi. Berbagai dedikasi sebagai pemuda yang berdampak bagi keluarga dan masyarakat luas. Kiprahnya bahkan membuat dia mendapat penghargaan ditingkat nasional seperti: The Most Inspiring Student Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional, Runner up 2 Pemilihan Duta Universitas Negeri Semarang, Gold Medal 1Idea 1World TUMMIAD Turkish Inventors Association, Publikasi Ilmiah IOP Conference Series: Earth and Environment Science “Terminalia catappa Linn Seed Yoghurt with Honey Substitution for Food Security“, Juara 1 Lomba Essay Gebyar Kreasi Mahasiswa Tingkat Nasional dan banyak beberapa prestasi terbaik lainnya.
Nurjaya yang merupakan mahasiswa semester 7 di Universitas Negeri Semarang dengan jurusan Teknik Kimia, meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu ia tetap bersemangat dalam mewujudkan cita-citanya seorang yang berprestasi. Dorongan terbesar yang menjadikan dirinya saat ini selain dalam keinginan sendiri tapi perhatian positif yang diberikan dan didapatkan dalam lingkup keluarganya pun berpengaruh dalam pencapaiannya.
“Alhamdulillah.. berkat dukungan moril dan materil dari pada donatur melalui LAZ RYDHA, saya bisa menggapai satu persatu harapan saya. Semoga kedepannya LAZ RYDHA tetap semakin berjaya dan tumbuh berkelanjutan menebar kebaikan di masyarakat luas. Aamiin” Ujar Nurjaya
Pemuda Mulia, Penuh Karya dan Kaya Raya merupakan slogan nyata bagi para penerima manfaat yang telah dibina oleh LAZ RYDHA. Sesulit apapun rintangan yang kita hadapi, jika kita masih memiliki harapan dan percaya pada harapan itu, yakinlah akan ada cahaya bagi kita untuk melewati gelapnya rintangan tersebut.
RYDHA News – Merespon bencana gempa bumi Cianjur, pada Kamis (12/1/2023) LAZ RYDHA menyalurkan dana dari para donatur untuk menyiapkan HUMANIS (Hunian Nyaman dan Manis) untuk korban gempa Cianjur. HUMANIS adalah rumah yang dibangun untuk hunian korban bencana gempa Cianjur. Seperti kita ketahui bersama kerugian moril dan materil yang dampaknya sangat terasa untuk keberlangsungan hidup mereka.
HUMANIS yang berkonsep “A House” ini dibangun di Kp. Barujaya Rt. 002/007 Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Salah satu penerima manfaat HUMANIS ini adalah keluarga Bapak Iin Solihin beserta istri dan 3 anaknya yang rumahnya hancur akibat gempa. Pak Iin bekerja sebagai tukang kayu dan kuli bangunan, beliau sangat berperan aktif dalam membantu tim relawan untuk membangun rumah-rumah humanis sebelumnya.
Desa Padaluyu merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup parah. Di antaranya sebanyak 2.345 unit rumah rusak, 162 korban jiwa yang 40 di antaranya adalah anak-anak.
“Korban kebanyakan anak-anak, mereka tertimpa bangunan yang ambruk.” Ucap Bapak Iin kepada Tim Relawan LAZ RYDHA.
Terungkap bahwa banyaknya korban yang berjatuhan karena gempa terjadi pada siang hari, sekitar pukul 11.16 WIB, ketika warga sibuk beraktivitas.
“Bayangkan saja, ini siang hari kejadian dan warga tinggal di rumah-rumah tidak tahan gempa, begitu ada gempa ya langsung ambruk, ga kebayang kalau malam hari.” lanjut Pak Iin
Salah satu anaknya yang berumur 5 tahun juga merupakan salah satu korban ganasnya gempa Cianjur. “Anak saya juga yang 5 tahun ini jadi korban tertimpa reruntuhan selama 2 hari sampai keluar darah dari telinga tapi syukur alhamdulillah masih diberi keselamatan” Jelas Pak Iin
Selain HUMANIS, bantuan lain juga diberikan berupa sembako, pakaian layak pakai, seragam dan alat tulis. Bantuan tersebut diberikan melalui posko dan akan disalurkan bertahap per dua hari sekali kepada 125 Kepala Keluarga dan 425 jiwa.
RYDHA News – Antalia seorang santriwati berumur 15 tahun yang telah memiliki hafalan 9 juz, saat ini ia kelas IX di SMPTQ RYDHA. Ia tinggal di Kampung Cilongok Desa Daon, bersama dengan Ibu dan kedua kakaknya. Namun, sejak tahun 2020 ia mulai menetap di asrama Tahfidz Qur’an RYDHA dan ia hanya pulang ke rumah ketika liburan semester sekolah saja. Antalia merupakan anak ke-3 dari 3 bersaudara, dan yang menempati rumahnya hanya kedua kakaknya yang sudah berumah tangga serta keluarga lainnya. Ia ditinggalkan ayahnya sedari kelas 2 SD sedangkan, ibu nya merantau ke Jakarta untuk berjualan kopi sendirian demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Antalia bertemu dengan Ibu nya hanya saat liburan sekolah saja dan terhitung hanya bertemu 6 hari dalam kurun waktu 1 tahun, karena jarak yang memisahkan dan alasan perekonomian inilah yang membuatnya jarang berkumpul bersama. Bahkan setiap penjengukan pondok pun Ibu nya hanya mengirimkan uang saja via transfer ke Wali Asrama untuk jajannya dan mencukupi keperluan lainnya.
“biasanya mama kirim uang, 2 minggu atau 1 bulan sekali. Keinginan orang tua saya ketika saya di asrama, supaya punya kegiatan yang terarah, tertib dan mampu bersosialisasi juga memiliki jiwa yang kuat.” ujarnya
Hal ini yang sering membuat ia sedih namun selalu tetap giat belajar dan menghafal seperti pesan yang pernah disampaikan sang Ibu. Ia berusaha menjadi siswa teladan bagi teman-temannya yang lain saat belajar dan menghafalkan Al-Quran, agar dapat membanggakan Ibu dan almarhum Bapaknya. Ia bercita-cita menjadi seorang dokter.
“saya pengen jadi dokter, supaya bisa bantu sembuhin orang sakit. senang aja gitu kalau lihat orang-orang pada sehat, semoga saya bisa meraih cita-cita saya itu dengan hafalan al-qur’an saya. Biar mama bisa kembali lagi kesini menemani saya, tidak seperti sekarang yang berjauhan.” jelasnya
Berkat orang-orang baik pilihan Allah SWT yang telah membantu melalui LAZ RYDHA, kini ia mampu merasakan pendidikan dan menuntut ilmu dengan layak seperti anak-anak seusianya.
“terimakasih untuk para donatur yang telah berbaik hati membantu saya, sehingga saya bisa bersekolah dan semoga saya tetap bisa melanjutkan pendidikan sampai berkualiah di jurusan kedokteran. Saya juga berharap agar dapat meningkatkan tambahan hafalan saya, semoga bisa 30 juz Aamiin.” ungkapnya
Melalui berbagai program pendidikan LAZ RYDHA yang sudah berizin resmi Kementrian Agama RI ini, diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, menuju Indonesia emas 2025 juga mencetak insan sukses mulia yang penuh karya dan Insyaallah menjadi pemuda kaya raya dengan keberkahan Allah SWT.